Penyebab Gempa Jepang Tidak Menelan Korban Jiwa

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pagar rumah yang rusak akibat gempa di kota Kori, utara kota Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2). Foto: Kyodo News via AP
zoom-in-whitePerbesar
Pagar rumah yang rusak akibat gempa di kota Kori, utara kota Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2). Foto: Kyodo News via AP

Pada hari Sabtu (13/2), Jepang dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo. Gempa itu terjadi di malam hari pukul 23.08 waktu setempat.

Getaran gempa yang berpusat di lepas pantai prefektur Fukushima ini juga terasa hingga ke daerah-daerah lainnya, termasuk Miyagi dan Tokyo yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

Gempa yang kuat ini mengakibatkan listrik padam usai gempa yang kemudian hidup kembali pada Minggu (14/2) pagi. Selain itu, dampak lain yang disebabkan oleh gempa adalah ditundanya perjalanan kereta Shinkansen karena terdapat kerusakan di sepanjang rel kereta.

Tanah longsor juga terjadi di jalan raya kota Nihonmatsu, Fukushima. Sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan akibat gempa.

Hingga kini, laporan hanya mengatakan sebanyak 140 orang mengalami luka ringan akibat gempa dan tidak ada korban jiwa. Kira-kira apa penyebab tidak adanya korban jiwa dalam insiden gempa bumi yang kuat ini?

Pekerja membersihkan puing-puing setelah dinding rumah runtuh akibat gempa di kota Kunimi, utara kota Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2). Foto: Kyodo News via AP

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, meskipun kencang, gempa ini merupakan salah satu gempa susulan dari gempa besar yang terjadi pada 11 Maret 2011. Saat itu, lindu yang mengguncang berkekuatan 9 magnitudo.

Seorang profesor dari Institut Penelitian Gempa Universitas Tokyo, Kenji Satake mengatakan terjadinya gempa susulan 10 tahun kemudian merupakan hal yang tidak mengherankan. Sebab, gempa yang sebelumnya terjadi memiliki kekuatan yang sangat besar, yakni 9 magnitudo.

Batu yang runtuh memblokir jalan setelah gempa kuat melanda kota Soma, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, Minggu (14/2). Foto: Kyodo News via AP

Pada gempa yang terjadi pada Sabtu lalu, meskipun berpusat di laut, gempa tidak memicu tsunami. Hal ini dikarenakan kedalaman episentrum gempa tergolong menengah, sekitar 54 kilometer di bawah permukaan laut sehingga tidak menimbulkan tsunami. Jika tsunami terjadi, korban jiwa bisa jadi terus bertambah.

Sementara itu, Daryono juga mengungkapkan bahwa sebagian besar bangunan di Jepang telah didesain sesuai dengan aturan pemerintah tentang bangunan tahan gempa. Inilah yang membuat tidak banyak reruntuhan usai gempa hingga korban dengan luka parah ditemukan.

"Cukup menakjubkan, dampak gempa magnitudo 7,1 ini hanya menimbulkan kerusakan ringan, karena seluruh bangunan di Jepang saat ini sudah desain sesuai dengan aturan bangunan tahan gempa yang diberlakukan oleh pemerintah," jelas Daryono.