Penyebab Jakarta Dilanda Banjir: Curah Hujan Ekstrem
·waktu baca 2 menit

Berbagai ruas jalan maupun permukiman warga di Jakarta terendam banjir. Ketinggian air juga bervariasi hingga 1 meter.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jakarta, Hendri, menyebut banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan curah hujan yang ekstrem.
"Sejumlah titik di 5 Kota Administrasi di Jakarta dilanda hujan sangat lebat dan bahkan ekstrem pada Selasa 28 Januari 2025 malam yang menyebabkan beberapa titik tergenang," kata Hendri melalui pesan singkat pada Rabu (29/1).
Data yang diperoleh dari alat pantau curah hujan, hujan yang turun di Jakarta berada pada kategori ekstrem karena berada di atas 150 mm/hari.
Berikut ini data yang diperoleh dari alat pantau curah hujan yang ditempatkan di sejumlah titik:
- Stasiun Meteorologi Kemayoran 368 mm/hari;
- Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat 264 mm/hari;
- Cempaka Putih, Jakarta Pusat 216 mm/hari;
- Pompa Pulomas, Jakarta Timur 212 mm/hari;
- Pompa Tanjungan, Jakarta Utara 211 mm/hari;
- Pompa Teluk Gong, Jakarta Utara 203 mm/hari;
- Pompa Tomang Barat, Jakarta Barat 203 mm/hari.
Berdasarkan data yang diperolehnya dari BPBD, Hendri mengatakan, terdapat 28 RT di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian 30 hingga 100 sentimeter, 1 RT di Jakarta Pusat dengan ketinggian 40 sentimeter, 22 RT di Jakarta Timur dengan ketinggian 30 hingga 80 sentimeter. Selain itu, adapula 21 ruas jalan tergenang dengan ketinggian bervariasi.
"Saat ini sebanyak 10 ruas jalan dan beberapa wilayah sudah mulai surut, antara lain 1 RT di Kelurahan Tanjung Duren Utara, 1 RT Kelurahan Kembangan Utara, 1 RT Kelurahan Joglo, dan 4 RT di Kelurahan Pejaten Timur," ujar dia.
