Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Diselidiki KNKT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KM Mutiara Sentosa I Terbakar. Foto: Antara/Didik Suhartono
zoom-in-whitePerbesar
KM Mutiara Sentosa I Terbakar. Foto: Antara/Didik Suhartono

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menggelar penyelidikan penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Kapal dengan rute Surabaya-Makassar itu mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8).

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana, mengatakan penyebab utama kebakaran kapal tersebut belum bisa dipastikan.

"Kami memerlukan waktu untuk itu terhadap proses pemeriksaan dengan KNKT. Sudah dimulai, tapi perlu waktu. Begitu juga kami meminta bantuan Polda untuk memeriksa hal-hal yang lain. Jadi pemeriksaannya nanti akan kita laporkan kepada umum sesudah dilaksanakan pemeriksaan oleh KNKT," ujar Suntana di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).

Sementara itu, Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aleik Nurwahyudy, menyampaikan bahwa posisi kapal yang diduga telah tenggelam itu menjadi tantangan bagi tim investigator untuk mengumpulkan bukti fisik.

"Ini tentunya menjadi tantangan buat investigasi. Idealnya memang kita harus menemukan bukti yang akan mendukung analisis kita, terutama kondisi kapalnya. Dalam posisi saat ini, ada kemungkinan kapal itu sudah tidak ada di permukaan lagi. Pertama kita harus memastikan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kita melakukan pemeriksaan bawah airnya kalau kapalnya memang ketemu di bawah air," ucap Aleik.

Aleik menambahkan, lokasi bangkai kapal diperkirakan berada di laut terbuka dengan kedalaman mencapai sekitar 50 meter dan memiliki karakter arus yang cukup kuat.

"Dan kejahatan tentunya tidak hanya dalam konteks pemeriksaan fisik kapal, tentunya dalam lingkup investigasi yang lebih luas lagi," katanya.

Adapun dari kejadian ini, 238 orang berhasil dievekuasi, 5 di antaranya meninggal dunia.