Penyebab Kematian Bayi di Bali yang Dibuang ke Selokan: Cairan Masuk Pernafasan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir jalan By Pas Kusamba, Klungkung, Bali pada Senin (4/2). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir jalan By Pas Kusamba, Klungkung, Bali pada Senin (4/2). Foto: Dok. Istimewa

Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah mengungkap sebab kematian bayi terbungkus dalam tas belanja dan diduga dibuang ke sebuah selokan di Kota Denpasar, Minggu (27/3) lalu.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Kunthi Yulianti mengatakan, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut mati karena cairan masuk ke dalam saluran pernafasan. Namun tak dijelaskan asal cairan tersebut.

"Sebab kematian bayi tersebut adalah masuknya cairan ke dalam saluran pernafasan," kata Kunthi saat dihubungi, Rabu (30/3).

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan luar (PL) bayi sudah cukup umur atau tidak prematur. Bayi dilahirkan oleh ibunya dalam kondisi hidup. Bayi diduga dibuang usai sang ibu melahirkan.

"Pemeriksaan dilakukan oleh dr.Nola Margaret Gunawan dengan hasil bayi tersebut sudah cukup bulan dan lahir hidup," ujarnya.

kumparan post embed

Sementara itu dihubungi terpisah, polisi masih mencari pelaku pembuang bayi tersebut. "Pelaku masih lidik," imbuh Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit.

Penemuan bayi ini sempat viral di media sosial. Awalnya warga bernama I Wayan Suiti mengira mayat tersebut adalah sebuah boneka yang mengambang di selokan di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, kecamatan Denpasar Utara, kota Denpasar,Bali.

Ia kaget saat mengetahui sosok tersebut adalah bayi. Ia lalu meminta pertolongan warga sekitar untuk mengambil bayi. Warga lalu berbondong-bondong untuk melihat sang bayi dan membawanya ke klinik bidan terdekat.