Penyelam Temukan Roda dan Serpihan Besar Lion Air di Dasar Laut

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan Denjaka TNI AL kembali mencari black box dan pesawat Lion Air di Perairan Karawang, Jawa Barat (1/11).  (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Denjaka TNI AL kembali mencari black box dan pesawat Lion Air di Perairan Karawang, Jawa Barat (1/11). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Penyelam dalam jumlah besar diterjunkan di area ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) black box Lion Air di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat. Dari hasil penyelaman itu, ditemukan ada ban pesawat dan serpihan besar.

"Sebarannya luas, kita lihat ada roda pesawat, landing gear dengan dua ban begitu. Kemudian ada bodi cukup besar," ucap Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi dalam jumpa pers di posko JICT, Jakut, Kamis (1/11).

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (tengah) di JICT 2 (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (tengah) di JICT 2 (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Penemuan itu dibantu oleh alat yang bisa mendeteksi objek di dasar laut ROV (Remotely Operated Vehicles). Namun, roda pesawat dan serpihan itu belum bisa diangkat karena waktu sudah menjelang malam.

"Jadi tadi diturunkan ROV sampai pukul 17.30 WIB. Ini butuh proses," tuturnya.

Sejumlah pasukan Denjaka usai lakukan penyelaman di titik-titik lokasi yang diduga jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Selasa (30/10/2018). (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pasukan Denjaka usai lakukan penyelaman di titik-titik lokasi yang diduga jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Selasa (30/10/2018). (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Tim lalu berisitirahat sejenak dan pencarian dilanjutkan lagi selepas magrib. Tim peyelam itu di antaranya adalah Basarnas, TNI AL (Taifib, Kopaska, Denjaka), Polri, penyelam dari masyarakat, hingga Bakamla.

Tim dibagi dalam 4 area pencarian di sekitar lokasi ditemukannya FDR black box yaitu 40-50 meter dari kapal. "Ternyata banyak serpihan lebih besar dari yang ditemukan kemarin," ucapnya.

Beberapa serpihan yang mungkin diangkat sudah diangkat, termasuk potongan tubuh. Namun untuk serpihan lebih besar membutuhkan alat bantu semacam crane.

"Kita tetap all out dan semangat utuk kegiatan ini. Tetap 24 jam," pungkas Syaugi.