Penyelundupan 25 Ton Pasir Timah ke Malaysia Digagalkan TNI AL

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia.  Foto: Dispenal
zoom-in-whitePerbesar
TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Foto: Dispenal

Penyelundupan 25 ton pasir timah ilegal ke Malaysia digagalkan TNI AL. Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung mengamankan KM. Indah Jaya GT 34.

Dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Senin (2/6), penyelundupan itu dilakukan di alur pelayaran Pelabuhan Pangkal Balam pada Minggu (1/6).

Penyergapan penyelundupan kapal yang membawa pasir timah itu bermula ketika Tim F1QR Lanal Bangka Belitung melaksanakan observasi dan monitoring kegiatan penyelundupan di wilayah perairan Pangkal Pinang.

Tak lama kemudian, Tim F1QR mengidentifikasi adanya kapal mencurigakan yang kandas di alur pelayaran Pelabuhan Pangkal Balam.

TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Foto: Dispenal
TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Foto: Dispenal
TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Foto: Dispenal
TNI AL gagalkan penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Foto: Dispenal

Setelah diidentifikasi, kapal kandas yang ditemukan adalah kapal kayu KM. Indah Jaya GT 34 dengan tanda warna merah pada lambung kapal.

Ketika Tim TNI AL mendekati kapal, beberapa ABK kapal langsung meninggalkan kapal dan melarikan diri ke hutan bakau yang berada di pesisir pantai.

Menindaklanjuti perilaku yang mencurigakan dari para ABK, Tim TNI AL segera melakukan pengecekan ke atas kapal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan karung berisi pasir timah sejumlah kurang lebih 25 ton di dalam palka.

Selanjutnya, KM. Indah Jaya beserta muatan diamankan ke dermaga Pos TNI AL (Posal) Pangkal Balam dengan pengawasan dari personel Lanal Bangka Belitung untuk dilaksanakan proses penyelidikan lebih lanjut.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengapresiasi keberhasilan ini dan menegaskan bahwa, program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Salah satunya adalah memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara melalui pelaksanaan Gakkumla secara profesional dan proporsional guna mendukung kebijakan pemerintah dan mewujudkan TNI AL yang responsif, tanggap, dan mampu menghadapi dinamika ancaman maritim secara cepat dan tepat," kata Muhammad Ali.