Penyerang Wakapolres Karanganyar Mantan Napi Terorisme

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes RY Wihastono Yoga Pranoto di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes RY Wihastono Yoga Pranoto di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Jenazah Karyono Widodo, penyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan sopirnya, Bripda Hanif Ariyono, kini berada di RS Bhayangkara Semarang. Pria asal Madiun, Jawa Timur, itu diketahui merupakan mantan narapidana terorisme.

"Ya (eks napiter)," ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Wihastono Yoga Pranoto, Senin (22/6).

Hal tersebut diperkuat dari pernyataan adik Karyono, Rohman. Ia mengungkapkan kakaknya baru bebas dari sel Mako Brimob pada tahun 2019.

“Keluar itu 2019. Ditahan di Mako Brimob," ujar Rohman di RS Bhayangkara Semarang.

Rohman Budi Santoso, adik kandung pelaku penyerang polisi di Karanganyar, Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Karyono melancarkan serangan pada Minggu (21/6) di jalur pendakian Cemoro Kandang, Gunung Lawu. Saat itu, anggota Polres Karanganyar dan relawan Gunung Lawu hendak mengadakan susur gunung dalam rangka HUT ke-74 Bhayangkara dengan bersih-bersih jalur pendakian Cemoro Kandang.

Tiba-tiba, Karyono muncul dan mengejar Kompol Busroni. Ia mencoba membacok Kompol Busroni, tetapi tidak berhasil.

embed from external kumparan

Karyono lalu menyerang sopir Wakapolres Karanganyar, Bripda Hanif Ariyono, hingga mengalami luka pada bagian punggung dan leher kanan. Selain itu, ada juga seorang relawan Gunung Lawu yang terkena serangan.

Polisi berhasil melumpuhkan Karyono dengan tembakan di kedua kaki dan paha. Nahasnya, Karyono meninggal saat akan dibawa ke RS karena kehabisan darah.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.