Penyerangan Mabes Polri Aksi Bunuh Diri?

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seseorang tergeletak di halaman Mabes Polri dengan senjata pistol. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang tergeletak di halaman Mabes Polri dengan senjata pistol. Foto: Dok. Istimewa

Seorang berpakaian perempuan nekat menyerang Mabes Polri. Dia tak segan mengacungkan pistol di halaman depan Mabes Polri, tak jauh dari kantor Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rabu (31/3) sekitar pukul 16.15 WIB, tiba-tiba seorang berpakaian serba hitam dengan jilbab biru berjalan santai menuju pos jaga di depan gerbang depan yang biasa dibuka hanya untuk Kapolri atau tamu VIP.

Setelah beberapa kali mendekat dan menjauh, pelaku mengeluarkan pistol. Dia beberapa kali mengacungkan senjata ke arah polisi yang berjaga di pos, lalu ke beberapa arah lainnya.

Gedung Mabes Polri. Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan

Polisi yang ada di lokasi langsung merespons dengan menembak pelaku. Tubuh pelaku langsung ambruk tak jauh dari pos jaga. Dia tampak membawa tas hitam dan buku warna kuning.

Dai video yang terlihat, pelaku tidak terlihat memakai alat perlindungan diri dalam penyerangan itu, misalnya rompi antipeluru atau pelindung kepala.

Mabes Polri Biasa Dijaga Ketat

Mabes Polri merupakan salah satu tempat dengan penjagaan superketat. Hanya ada 2 pintu masuk menuju Mabes Polri.

Pintu pertama di belakang Mabes Polri. Itu sebenarnya akses utama siapa pun yang ingin masuk, harus melalui pintu itu. Di sana, setiap orang yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu, termasuk barang bawaan mereka sebelum diizinkan masuk.

Sedangkan, satu pintu lainnya berada di depan Mabes Polri. Pintu ini mendapat penjagaan lebih ketat dan cenderung jarang dibuka.

Dan tentu, di hampir setiap sudut Mabes Polri ada anggota yang berjaga. Terlebih, dekat dengan kantor Kapolri. Tentu banyak polisi bersenjata yang berjaga.

Melihat kondisi itu, pelaku memang terbilang nekat. Polisi tentu akan sangat mudah melumpuhkan pelaku bahkan menembak mati pelaku bila melakukan hal-hal yang membahayakan. Pelaku seperti memang datang untuk menyerahkan nyawanya alias bunuh diri.

Tapi, apakah aksi ini memang aksi bunuh diri? Siapa pelaku sebenarnya? Bagaimana dia bisa lolos dari pemeriksaan? Hingga saat ini Polri belum memberikan keterangan resmi.