Penyesalan Remaja yang Nekat Corat-coret Helikopter TNI AU
Aksi vandalisme yang dilakukan tiga remaja di Lapangan Udara Ateng Senjaya, Bogor, pada Selasa (24/10), beredar luas di media sosial. Mereka melakukan tindakan tidak terpuji dengan mencorat-coret sebuah helikopter dengan cat semprot berwarna putih. Padahal, helikopter tersebut merupakan tugu sejarah.
Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan, ketiga pelaku masih berstatus pelajar.
"Sekitar pukul 18.00 (24/10), pelaku yang berjumlah tiga orang dan berstatus sebagai pelajar ditangkap. Setelah diinterogasi untuk mengetahui motifnya, kemudian pelaku diserahkan ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Kemang untuk diproses lebih lanjut," ujar Jemi kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (26/10).
Jemi menambahkan motif mereka melakukan pencoretan Helikopter itu karena iseng saja.
"(Motif) Karena iseng saja," tambah Jemi.
Jemi menuturkan, pelaku pencoretan telah membuat pengakuan dan permintaan maaf melalui rekaman video yang dibuat.
Dalam video yang kumparan terima, seorang pelaku yang bernama Doni Damara mengakui kesalahannya telah mencorat-coret tugu bersejarah milik TNI AU.
"Saya Doni Damara, saya mengakui saya telah mencorat-mencoret tugu helikopter yang di Atang Senjaya dan saya berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada TNI AU, saya mencintai TNI AU," ujar Doni yang mengakhiri videonya dengan memberikan sikap hormat ala militer.
Video tersebut tampak direkam di dalam sebuah mobil yang tengah melaju.
Sebagai catatan, lokasi tugu sejarah itu terletak di pinggir jalan, sehingga masyarakat bisa bebas mengaksesnya.
Terkait tugu helikopter yang dicoret, saat ini sudah dibersihkan dan dicat kembali.
"Pukul 08.00 WIB hari Selasa itu juga, pesawat Twin Pac dicat ulang bagian yang dicoret sehingga sudah kembali seperti semula," pungkas Jemi.
