Per 7 Juni, Anak 12-15 Tahun di Jerman Boleh Daftar Vaksinasi Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS

Proses vaksinasi warga Jerman melawan COVID-19 sedang gencar-gencarnya. Saat ini mereka yang masuk dalam kelompok berisiko masih memiliki prioritas untuk mendapatkan vaksin.

Namun mulai 7 Juni nanti, sistem prioritas tersebut akan dihapuskan, sehingga siapa pun yang ingin mendapatkan vaksin bisa mendaftar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang berumur 12 sampai 15 tahun.

"Vaksin dapat diperoleh di klinik dokter umum atau pada pusat imunisasi yang dekat dengan tempat tinggal."

Lampu hijau yang diberikan untuk memvaksinasi anak-anak berumur 12 sampai 15 tahun diperoleh setelah rapat yang dilakukan oleh Kanselir Angela Merkel dengan keenam belas pemimpin negara bagian Jerman pada Kamis (27/5).

Meskipun begitu, Jerman masih menunggu izin dari Badan Obat-Obatan Eropa (EMA) yang masih mendiskusikan hal tersebut. Keputusan dari EMA akan keluar dalam waktu dekat.

Vaksinasi di Jerman. Foto: Alessia Cocca/Reuters

Vaksin yang akan diberikan adalah vaksin dari BioNTech/Pfizer. Saat ini di Uni Eropa, vaksin tersebut sudah diizinkan untuk diberikan kepada mereka yang berumur 16 tahun ke atas. Sementara di Amerika Serikat, vaksin BioNTech/Pfizer sudah diberikan kepada mereka yang berusia lebih muda.

Rencana pemerintah Jerman adalah untuk memberikan vaksin kepada anak berumur 12 sampai 15 tahun sampai akhir Agustus. Waktu tersebut bertepatan dengan dimulainya kembali sekolah setelah liburan musim panas dengan harapan tidak akan ada waktu sekolah yang terganggu.

Meskipun begitu, vaksin untuk anak tidaklah wajib. Sehingga, kembalinya kegiatan belajar mengajar seperti biasa tidak akan tergantung dengan berapa banyak jumlah siswa yang sudah divaksin. Keluarga yang ingin berlibur juga diperbolehkan meskipun ada anak yang tidak divaksin.