Perampok di Rumdin Walkot Blitar Naik Mobil Innova Pelat Merah, Rusak CCTV
·waktu baca 2 menit

Petugas kepolisian telah mengantongi ciri-ciri terduga para pelaku yang melakukan perampokan dan penyekapan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar pada Senin (12/12) subuh.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menyampaikan, berdasarkan laporan sementara dari Polres Blitar Kota, salah satu terduga pelaku mengenakan topi berwarna hijau serta berambut cepak.
Ciri-ciri tersebut didapat setelah Satreskrim Polres Blitar Kota memeriksa sejumlah saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga kini, proses olah TKP masih dilakukan.
"Salah satu saksi sempat melihat salah satu pelaku menggunakan jaket warna krem dengan lambang bendera Indonesia," kata Dirmanto, Senin (12/12).
Mobil Pelat Merah dan Rusak CCTV
Perampokan di rumah Santoso diduga dilakukan dengan rencana matang.
Hal ini bisa dilihat dari kendaraan yang dipakai pelaku yang menggunakan pelat merah alias nopol milik instansi pemerintah agar bisa masuk ke rumah dinas dengan leluasa. Mereka juga merusak CCTV untuk menghilangkan barang bukti.
Menurut Dirmanto, dari penyelidikan sementara, para pelaku menggunakan mobil merek Innova hitam dengan pelat merah. Akan tetapi, diduga pelat merah yang digunakan itu palsu.
"Pelaku juga merusak CCTV yang ada di dalam rumah dinas Wali Kota Blitar," ungkap Dirmanto.
Korban Diikat dan Dilakban
Perampokan dan penyekapan terjadi di Rumah Dinas Wali Kota Blitar Jalan Sudanco Suprijadi Nomor 18, Kota Blitar, Senin (12/12).
Para perampokan yang terdiri dari empat hingga lima orang tersebut menyekap Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya, Feti Wulandari, dengan cara mengikat serta melakban
Selain itu, mereka juga menyekap tiga orang petugas Satpol PP yang sedang berjaga. Penjaga rumah itu juga diikat dan dilakban.
Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono mengatakan, kejadian itu berlangsung saat menjelang subuh.
“Kurang lebih antara pukul 03.00 - 04.00 WIB telah terjadi pencurian dengan kekerasan. Wali Kota dan istri disekap dengan cara dilakban,” kata Argo, Senin (12/12).
Gerombolan perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta serta perhiasan milik istri Santoso.
