Peran Bung Karno Dinilai Jadi Inspirasi Umat Islam Dunia Raih Kemerdekaan

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politisi PDIP Zuhairi Misrawi Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Politisi PDIP Zuhairi Misrawi Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) merespons polemik yang belakangan memicu proses hukum akibat pembakaran bendera PDIP. Tak hanya itu, kini di lini masa sosial media bahkan PDIP dikaitkan dengan komunisme.

Terlepas dari itu, Ketua Pengurus Pusat Bamusi Zuhairi Misrawi menjelaskan bahwa tokoh sentral PDIP, Bung Karno, berperan di dalam pembangunan peradaban umat Islam dunia. Bahkan, Bung Karno mendapatkan gelar pahlawan Islam pada 1965.

"Bung Karno mendapatkan gelar Pahlawan Islam dan kemerdekaan dari para pemimpin negara-negara Islam Asia-Afrika pada tahun 1965 karena berjasa besar bagi gerakan melawan penjajahan. Bung Karno telah menjadi inspirasi bagi dunia Islam untuk meraih kemerdekaan, sehingga namanya sangat harum di seantero dunia Islam, khususnya di Timur-Tengah," kata Zuhairi kepada wartawan, Sabtu (27/6)

Pria yang akrab disapa Gus Mis itu melanjutkan, selain gelar pahlawan islam itu, Bung Karno juga berperan besar dalam menemukan makam imam Bukhori. Perawi hadist shahih yang kini menjadi rujukan umat islam dunia.

Presiden pertama Soekarno Foto: Wikipedia

"Membangunnya kembali semegah mungkin karena jasa Imam Bukhari bagi umat Islam sangat besar dalam melestarikan khazanah hadis Nabi Muhammad SAW. Nama Bung Karno dicatat dengan tinta emas karena umat Islam akhirnya bisa berziarah ke Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan," papar Gus Mis.

Peran lainnya, di Mesir, tahun 1960 Bung Karno mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universitas al-Azhar Mesir dalam bidang filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin.

Di depan Presiden Gamal Abdul Nasser dan para ulama al-Azhar, Bung Karno berpidato tentang Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa.

"Sosok Bung Karno sangat harum di al-Azhar, karena berhasil meyakinkan Presiden Gamal Abdul Nasser agar tidak menutup al-Azhar, karena al-Azhar menjadi benteng moderasi Islam yang harus terus dilestarikan," tutur Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Karena jasanya yang besar itu, bahkan nama Bung Karno kini diabadikan menjaga nama sebuah jalan di Mesir. Dengan catatan sejarah itu, Gus Mis merasa heran jika belakangan ini ada yang ingin melupakan jasa Bung Karno terhadap umat Islam dan dunia Islam.

embed from external kumparan

"Bung Karno telah berhasil meyakinkan dunia Islam, bahwa Pancasila telah terbukti berhasil mempersatukan seluruh elemen bangsa di negeri ini," sebutnya.

Lebih jauh, Gus Mis berpesan kepada semua anak bangsa, agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memecah belah negeri ini. Dia menegaskan, Bangsa Indonesia perlu belajar dari konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.

"Bahwa mereka yang benar-benar mengamalkan Pancasila pada hakikatnya mendorong pada perdamaian dan persatuan. Sebaliknya, mereka yang suka menebarkan fitnah, provokasi, dan ancaman sesungguhnya sangat jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila," tutup Gus Mis.

Polemik pembakaran bendera PDIP berawal dari demo tolak RUU HIP di depan Gedung DPR, Rabu (24/6). Kini, PDIP memilih jalur hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.

*****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona