Peran Pegi di Kasus Vina Cirebon: Aniaya hingga Lecehkan Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock

Polisi menangkap Pegi alias Perong alias Pegi Setiawan (30), salah satu dari tiga buron kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudiana alias Eki. Pegi ditangkap usai buron selama 8 tahun.

Pegi ditangkap pada Selasa (21/5) di kawasan Jalan Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (21/5) pukul 18.23 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan Pegi kerap berpindah-pindah tempat dan sempat mengganti nama menjadi Robi.

Selama menjadi buron, pria asal Cirebon tersebut bekerja sebagai buruh bangunan.

"Dia berganti nama. Panggilan di tempat kerja (kuli bangunan) mengaku bernama Robi,’’ kata Jules, Rabu (22/5).

Pegi Bunuh dan Lecehkan Vina

Berdasarkan dakwaan yang termuat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1035 K/PID/2017 terkait kasasi yang diajukan Rifaldy Aditya Wardhana alias Ucil dan Eko Ramadhani alias Koplak, Pegi dalam kasus itu ikut menganiaya dan membunuh Vina serta Eki. Dia bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap Vina.

Di kasus ini ada 11 orang pelaku, yakni Rivaldi Aditya Wardhana alias Andika, Eko Ramadhani alias Koplak, Hadi Saputra alias Bolang, Eka Sandy alias Tiwul, Jaya alias Kliwon, Supriyanto alias Kasdul dan Sudirman, Andi, Dani, Pegi alias Perong, dan Saka Tatal. Dari 11 pelaku itu, Andi dan Dani masih buron.

Dalam dakwaan disebutkan awalnya para pelaku berkumpul di warung Ibu Nining pada 27 Agustus 2016 sekitar pukul 19.30 WIB. Di warung yang terletak di Jalan Perjuangan Desa Saladara, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, itu mereka mabuk dengan meminum Ciu yang dicampur Bigcola dan obat jenis Trihek.

Mereka lalu pindah ke depan SMPN 11 di Jalan Perjuangan Majasem, Kota Cirebon pada pukul 20.30 WIB. Di sana Andi memberi tahu ada masalah dengan geng motor XTC. Mereka meminta bantuan geng motor Monraker untuk mencari anggota XTC tersebut.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Vina yang dibonceng Eki dengan motor Yamaha Xeon lewat di depan para pelaku. Vina saat itu menggunakan jaket bertuliskan XTC. Melihat itu Pegi bersama 10 pelaku lainnya melempari motor yang dikendarai Eki itu dengan batu. Saat itu batu hanya mengenai spakbor motornya.

Para pelaku lalu mengejar keduanya menggunakan 7 sepeda motor. Mereka membawa bambu, batu dan pedang.

Pelarian korban berakhir di sekitar jembatan layang tol Desa Kapongpongan, Kabupaten Cirebon. Motor yang dikendarai Eki ditendang hingga jatuh. Saat itulah korban dianiaya.

"Saudara Pegi alias Perong memukul korban Muhamad Rizky Rudiana dengan tangan kosong sebanyak 2 (dua) kali ke tubuh korban Muhamad Rizky Rudiana, sehingga korban Muhamad Rizky Rudiana menjadi tidak berdaya," tulis putusan itu.

Pada momen itu Pegi dan Dani juga memukul Vina dengan tangan kosong. Sementara Bolang memukul Vina dengan bambu berukuran 50 cm.

Setelah penganiayaan itu, Vina dan Eki dibawa oleh para pelaku ke lahan kosong di belakang showroom mobil di Jalan Perjuangan Majasem, Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kosambi, Kota Cirebon. Lokasi itu berada di seberang SMPN 11.

Di lahan kosong itu Eki kembali dianiaya dengan dipukul menggunakan tangan kosong maupun bambu. Para pelaku juga menusuknya hingga tewas.

"Pegi alias Perong memukul dan menyabetkan samurai pendek berbentuk pipa ke tubuh korban Muhamad Rizky Rudiana," tulis putusan tersebut.

Para pelaku juga menganiaya Vina di sana. Korban dipukuli dengan tangan kosong hingga tidak sadarkan diri. Ia lalu diperkosa bergilir oleh Koplak, Dani, Bolang, Sudirman, Supriyanto, Tiwul, Kliwon, dan Andika. Pegi juga ikut melecehkan Vina.

"Saudara Pegi alias Perong mencium dan memegang payudara korban Vina," tulis putusan itu.

Tidak sampai di situ, kedua korban juga disabet pedang dan kembali dipukul dengan batu besar.

Para pelaku kemudian membawa korban ke fly over Desa Kepongpongan, Kabupaten Cirebon. Korban lalu ditinggalkan dengan posisi Eki telungkup di pembatas tengah jalan dan Vina dengan posisi terlentang di pembatas tengah jalan. Sementara motor milik Eki disimpan di pembatas tengah jalan sehingga seolah-olah mereka menjadi korban kecelakaan.