Perang Saudara di Sudan Terhenti saat Idul Fitri
·waktu baca 1 menit

Perang saudara di Sudan mereda jelang Idul Fitri pada Jumat (21/4) malam. Sejak pekan lalu Sudan jatuh ke dalam pertikaian bersenjata menewaskan ratusan orang.
Perang saudara melibatkan militer pimpinan Abdel Fattah Al-Burhan melawan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RFS) pimpinan, Hamdan Daglo.
Setelah hampir sepekan bertempur, militer menyetujui gencatan senjata selama tiga hari. Itu ditujukan agar warga Sudan dapat merayakan Idul Fitri dan mengizinkan bantuan kemanusiaan yang diminta Sekjen PBB Antonio Guterres dan Menlu AS Antony Blinken.
Sementara itu, Daglo mengatakan gencatan senjata disepakati RSF usai diskusi dengan Sekjen Guterres.
"Kini kami akan fokus pada gencatan senjata kemanusiaan, menciptakan jalur aman, dan melindungi pekerja kemanusiaan," ujar Daglo seperti dikutip dari AFP.
Menlu Blinken menyambut baik gencatan senjata. Ia berharap, gencatan senjata bisa membuat pengiriman akses kemanusiaan lancar dan tanpa hambatan apa pun.
Salah seorang warga Sudan, Sami al-Nour, bersukacita atas tercapai gencatan senjata. Walau hanya sementara, ia senang bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang.
"Idul Fitri berarti menghabiskan permen dan kue dengan anak-anak dan juga keluarga saling menyapa," ujar al-Nour
