Perang Tak Berhenti, Warga Gaza Terpaksa Makan Pakan Ternak dan Minum Air Limbah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua orang anak membawa jeriken berisi air di antara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, di Jalur Gaza utara, Senin (3/6/2024). Foto: Omar Al Qatta / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Dua orang anak membawa jeriken berisi air di antara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, di Jalur Gaza utara, Senin (3/6/2024). Foto: Omar Al Qatta / AFP

Beberapa warga Gaza terpaksa makan pakan ternak dan minum air limbah. WHO mendesak peningkatan bantuan kemanusiaan segera masuk ke wilayah yang terdampak perang sejak 2023 itu.

Pernyataan mengenai kondisi warga Gaza itu disampaikan Direktur Wilayah Mediterania Timur WHO, Hanan Balkhy, pada Selasa (4/6). Dia memperingatkan jika perang di Gaza antara Hamas dan Israel berlanjut maka kerusakan sistem kesehatan akan main meluas.

Balkhy menegaskan salah satu kelompok paling terdampak krisis kemanusiaan imbas perang Gaza adalah anak-anak. Bahkan dampak buruk pada anak-anak akan berlangsung dalam jangka panjang.

Warga Palestina menyaksikan Truk yang membawa bantuan dikirim ke Gaza melalui dermaga buatan AS, terlihat dari tengah Jalur Gaza, Jumat (17/5/2024). Foto: Reuters/Reuters TV

"Di Gaza ada warga yang saat ini makan pakan ternak, makan rumput, dan minum air limbah," kata Balkhy seperti dikutip dari AFP.

"Anak-anak hampir tak bisa makan, sementara truk-truk (bantuan) masih antre di luar Rafah (perbatasan Gaza-Mesir)," sambung dia.

kumparan post embed

PBB telah berulang kali memperingatkan mengenai ancaman kelaparan di Gaza. Data terakhir mereka menyebut 1,1 juta orang, setengah populasi, berhadapan dengan tingkat rawan pangan parah.

Sedangkan badan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan saat ini bantuan kemanusiaan masih belum masuk ke Gaza dengan maksimal. Kondisinya pada Mei 2024 lalu bahkan semakin memburuk.

PBB mengungkap sulitnya bantuan masuk karena wilayah Gaza kini penuh puing bekas perang. Truk bantuan juga khawatir terjebak pada pertempuran dan pengeboman yang terus menerus terjadi di Gaza.

"Yang dibutuhkan Gaza cuma perdamaian, perdamaian, perdamaian serta perluasan akses kemanusiaan via darat," kata Balkhy.

kumparan post embed