Perawat yang Tengah Hamil dan Meninggal karena Corona Tak Masuk Tim COVID

kumparanNEWSverified-green

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perawat. Foto: REUTERS/Youssef Boudlal
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawat. Foto: REUTERS/Youssef Boudlal

Seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia. Perawat itu bernama Ari Puspita Sari, meninggal setelah sebelumnya dinyatakan terpapar virus corona. Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya dr. Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan Ari meninggal dalam kondisi sedang hamil. Bayi dalam kandungannya juga meninggal.

embed from external kumparan

“Iya meninggal pukul 10.50 WIB, kita dapat informasinya," kata Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya, Senin (18/5).

instagram embed

Dewa tak menyebut secara spesifik berapa bulan usia kehamilan Ari itu. Namun menurut dia, usia kandungan Ari itu tri semester pertama alias sekitar tiga bulan.

Dewa menjelaskan Ari bukanlah bagian dari tim perawat COVID-19 di RS Royal. Sesuai aturan, seorang perawat yang sedang hamil tidak boleh masuk dalam tim corona. “Bukan (yang ikut merawat pasien COVID-19). Perawat yang di luar tim (penanganan) corona. Kalau tim corona enggak boleh hamil,” jelasnya. Dewa belum tahu dari mana Ari bisa terpapar virus corona. Dia meminta Dinkes Jatim mentracing jejak penularan Ari.

“Terpapar macem-macem dari rumah bisa dari resiko pekerjaan bisa untuk tracingnya biar temen-temen dinkes yang mentracing karena kan punya porsi masing-masing,” ujar Dewa.

kumparan post embed

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.