Perbaikan Jalan Berlubang di Jakarta Dilakukan Setelah Curah Hujan Berkurang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jalan berlubang di Jalan Pasar Minggu-Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan berlubang di Jalan Pasar Minggu-Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perbaikan jalan-jalan berlubang di Ibu Kota akan dilakukan setelah curah hujan berkurang.

Pemprov DKI Jakarta menilai, penanganan jalan rusak akan lebih efektif jika dilakukan saat kondisi cuaca sudah lebih stabil.

Ia menjelaskan, Dinas Bina Marga sebenarnya ingin segera melakukan penambalan dan perbaikan jalan yang rusak akibat banjir dan genangan.

Gebernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan keterangan pers saat meninjau proses pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah, Jalan Lestari VII, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

“Hal yang berkaitan dengan jalan berlubang, sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang,” kata Pramono saat meninjau proses pengerukan dan normalisasi Kali Cakung Lama di Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1).

Namun, Pramono menegaskan, tingginya curah hujan hingga awal Februari membuat perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara optimal. Menurutnya, jika perbaikan dilakukan saat hujan masih tinggi, hasilnya tidak akan bertahan lama.

“Tetapi sekali lagi, karena sampai dengan tanggal 1 curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang, pasti 1-2 hari akan terkelupas kembali. Dan itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto,” ujarnya.

Kondisi jalan berlubang yang telah diberikan tanda di Jalan Pasar Minggu-Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ia menambahkan, perbaikan jalan tidak cukup hanya dengan penambalan, melainkan perlu dilakukan pengaspalan ulang agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama. Proses tersebut membutuhkan waktu serta kondisi cuaca yang mendukung.

“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih, bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” ucap Pram.

Pramono memastikan, anggaran perbaikan jalan tidak menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia telah meminta Dinas Bina Marga untuk segera melakukan perbaikan setelah intensitas hujan menurun.

Jalanan berlubang di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan hingga menuju area jalan DPR RI pada Sabtu (24/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

“Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga, begitu curah hujannya berkurang, untuk dilakukan karena budget-nya tidak jadi masalah untuk Jakarta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga memperpanjang pelaksanaan modifikasi cuaca hingga awal Februari sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.