Perbatasan Kongo Diguncang Gempa, Gunung Nyiragongo Terancam Erupsi Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara lava letusan gunung Nyiragongo yang menghancurkan rumah penduduk di daerah Nyiragongo, Goma, Republik Demokratik Kongo. Foto: Justin KATUMWA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara lava letusan gunung Nyiragongo yang menghancurkan rumah penduduk di daerah Nyiragongo, Goma, Republik Demokratik Kongo. Foto: Justin KATUMWA / AFP

Gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo mengguncang perbatasan Kongo dan Rwanda pada Selasa (25/5) pagi waktu setempat. Gempa ini dikhawatirkan dapat memicu kembali erupsi Gunung Nyiragongo.

Erupsi gunung api tersebut pada Sabtu (22/5) menewaskan hingga 32 orang. Lava gunung api bahkan mengalir ke arah Kota Goma yang dihuni oleh sekitar 2 juta penduduk.

Dikutip dari Reuters, sejak erupsi salah satu gunung api teraktif dan paling berbahaya di dunia ini, area tersebut terus mengalami getaran. Danau lava di kawah Gunung Nyiragongo tampak mulai terisi kembali.

Menurut Badan Pengungsi PBB (UNCHR) kedua peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kembali terjadinya retakan tanah atau erupsi lainnya.

Gempa bumi tersebut tampak meruntuhkan beberapa bangunan di Goma, menurut laporan dari wartawan Reuters. Namun, sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa, karena kepolisian setempat menutup area tersebut.

Guncangan gempa bumi terjadi pada pukul 11.03 pagi waktu setempat, dengan pusat gempa di Sektor Rugerero, Rwanda Barat.

Aliran lava dari letusan gunung Nyiragongo terlihat di Goma, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (22/3). Foto: ENOCH DAVID/via REUTERS

Sebelumnya, sejumlah retakan tanah terlihat di Goma. Meski begitu, berbagai usaha dan pertokoan milik warga telah kembali dibuka dan kehidupan warga tampak berjalan normal bagi mereka yang tak terdampak.

Menurut PBB, setidaknya sekitar 1.000 rumah hancur dan 5.000 orang terpaksa mengungsi akibat erupsi.

Aliran lava dari Gunung Nyiragongo merusak 17 desa, memutus aliran listrik utama, dan menutup jalan-jalan besar. Kerusakan itu membuat bantuan untuk warga di salah satu wilayah paling kekurangan makanan di Afrika erhambat.

Menurut pemerintah setempat, sepanjang 1,7 km jalan yang menghubungkan Goma dengan bagian utara provinsi terendam lava, sehingga mobilitas menjadi terhambat.

Sekitar setengah juta orang kehilangan akses air minum bersih karena lava merusak salah satu sumber pasokan air yang paling penting di Kongo.