Perbatasan Surabaya-Sidoarjo Macet Parah di Hari Pertama PSBB

kumparanNEWSverified-green

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat hari pertama diberlakukannya PSBB. Foto: FOTO ANTARA/HO-CCTV Dishub Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat hari pertama diberlakukannya PSBB. Foto: FOTO ANTARA/HO-CCTV Dishub Surabaya

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/4) pagi, saat hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Kemacetan itu terjadi karena adanya pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Surabaya dari Sidoarjo.

"Iya itu macet karena ada screening atau pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Surabaya," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Eddy Christijanto, dilansir Antara, Selasa (28/4).

Suasana macet di Bundaran Waru, perbatasan Kota Surabaya-Sidoarjo saat hari pertama PSBB. Foto: dok. Ilham Ridho

Menurut dia, tujuan pemeriksaan kendaraan di Bundaran Waru ke arah Jalan Ahmad Yani, Surabaya, untuk mengontrol mobilitas warga di tengah pandemi virus corona dan memberi efek jera agar tidak keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.

X post embed

Eddy menganggap kemacetan di Bundaran Waru bukan karena warga tidak mengetahui adanya pemberlakuan PSBB, melainkan warga acuh tak acuh dengan PSBB, layaknya seperti hari-hari biasanya.

"Mereka mungkin beranggapan PSBB hal biasa dan kalaupun ada pemeriksaan kendaraan, petugas akan membiarkan," katanya.

X post embed

Meski demikian, Eddy tak menampik petugas yang menjaga di lokasi kurang, sehingga pada saat pemeriksaan kendaraan sempat kewalahan.

"Ini akan kami tambah petugas jaga dari Satpol PP dan Linmas di sana," ujarnya.

Warga Bersuhu di Atas 38 Derajat Dilarang Masuk

Eddy mengatakan, pihaknya masih memberi toleransi dan belum menjatuhi sanksi bagi warga di hari pertama PSBB. Hanya saja, bagi warga yang suhu badannya di atas 38 derajat tetap tak diberi toleransi dan diminta putar balik, apa pun tujuan keluar rumah.

"Mereka (yang bersuhu di atas 38 derajat) tidak boleh masuk Surabaya dan harus menjalankan rapid test," katanya.

Polisi berjaga di kawasan tertib physical distancing di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sedangkan mengenai sanksi pidana, Menurut Eddy, merupakan kewenangan pihak kepolisian karena Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB tidak diatur untuk sanksi berupa pidana.

"Kita beri peringatan secara lisan dan tertulis dan jika masih melanggar ya dihentikan tidak boleh masuk Surabaya," pungkasnya.

X post embed

PSBB di Surabaya Raya mulai berlakukan Selasa (28/4), pukul 00.00 WIB. Wilayah Surabaya Raya ini mencakup Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Total ada 48 titik check point yang sudah disiapkan oleh personel gabungan dari TNI-Polri dan Pemprov Jawa Timur.

kumparan post embed

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemberian sanksi kepada pelanggar PSBB dilakukan secara bertahap. Yakni, dari teguran lisan hingga sanksi tegas.

“Sosialisasi (kemarin) tiga hari. Imbauan dan teguran tiga hari. Jadi mulai besok tanggal 28-30 (April) itu adalah masa imbauan dan teguran. Lalu tanggal 1-11 Mei teguran dan tindakan. Jadi prosesnya kayak begitu,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (27/4) malam.

“Kan proses bertingkat namanya. Itu opsi terakhir yang harus diambil. Kalau suasana menularnya seperti ini mesti kita melakukan proteksi. Ini bukan pilihan yang mengenakkan semua orang,” tambahannya. Namun, dia tak menyebut sanksi tegas apa yang diberikan.

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

--------------------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak