kumparan
News10 Desember 2019 12:53

Perdana, Algojo Wanita Eksekusi Cambuk di Banda Aceh

Konten Redaksi kumparan
PTR, Eksekusi cambuk, Algojo wanita pertama
Proses eksekusi cambuk ini digelar Polisi Syariat atau Wilayatul Hisbah kota Banda Aceh, Selasa (10/12) di Taman Sari, Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Seorang perempuan berinisial LVY (26) menjalani hukuman cambuk sebanyak 5 kali cambuk di depan umum. Wanita muda itu terbukti telah melanggar syariah atau berbuat khalwat (mesum), di dalam kamar salah satu hotel di Banda Aceh bersama dengan anggota TNI.
ADVERTISEMENT
Proses eksekusi cambuk ini digelar Polisi Syariat atau Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Selasa (10/12) di Taman Sari, Banda Aceh. LVY merupakan wanita yang ikut diamankan bersamaan dengan 4 Prajurit TNI yang tertangkap pesta sabu Rabu (2/10) dini hari lalu.
Pantauan kumparan, mengenakan baju eksekusi warna putih LVY berjalan menunduk didampingi beberapa petugas menuju ke atas karpet untuk menjalani hukuman, eksekusi dijalaninya dengan lancar tanpa keluhan.
LVY menjalani eksekusi secara tunggal sementara pasangan prianya yang merupakan anggota TNI diproses melalui Pengadilan Militer. Pelaksanaan kali ini tidak menggunakan panggung seperti biasanya.
Eksekusi cambuk, Algojo wanita pertama
Proses eksekusi cambuk ini digelar Polisi Syariat atau Wilayatul Hisbah kota Banda Aceh, Selasa (10/12) di Taman Sari, Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Kendati demikian ada yang berbeda pada pelaksanaan eksekusi kali ini. Selain LVY menjalani eksekusi seorang diri tanpa diikuti pelanggar lain, hukuman cambuk yang diterimanya juga dieksekusi oleh algojo wanita. Biasanya, eksekusi cambuk dilakukan algojo dari kalangan lelaki.
ADVERTISEMENT
Kasatpol PP/WH Banda Aceh, Hidayat, mengatakan, untuk Kota Banda Aceh eksekusi cambuk dilakukan oleh algojo wanita adalah pertama kali dilakukan. Kata dia, ke depan khusus untuk tersangka/terdakwa wanita akan terus dicambuk oleh algojo perempuan.
“Ini baru pertama sekali kita laksanakan karena memang untuk algojo perempuan itu harus kita adakan pelatihan terlebih dahulu, dan ini telah sesuai dengan qanun jinayat itu sendiri,” ujarnya.
Eksekusi cambuk, Algojo wanita pertama
Proses eksekusi cambuk ini digelar Polisi Syariat atau Wilayatul Hisbah kota Banda Aceh, Selasa (10/12) di Taman Sari, Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Sementara itu, Hidayat menjelaskan, LVY telah diputuskan oleh Mahkamah Syariah melanggar tindak pidana khalwat. Dia diamankan pada saat penggerebekan oleh tim Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (IM) terhadap 4 anggotanya, pada saat itu mereka diduga tengah pesta sabu bersama dengan enam warga sipil.
“Dia (LVY) tidak disangkakan terlibat narkoba makanya dia dianggap melanggar qanun jinayah dijerat dengan kasus khalwat, karena berkumpul antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan