Perdana Menteri Haiti Mundur Setelah Didemo karena Naikkan Harga BBM

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Haiti Jack Guy Lafontant (Foto: REUTERS/Andres Martinez Casares)
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Haiti Jack Guy Lafontant (Foto: REUTERS/Andres Martinez Casares)

Perdana Menteri Haiti, Jack Guy Lafontant, mundur setelah terjadinya gelombang protes menyusul kebijakannya mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Pernyataan mundur Lafontant dibacakan di hadapan anggota parlemen yang disiarkan secara langsung. "Saya sudah mengajukan permintaan mengundurkan diri kepada Presiden," kata Lafontant, Sabtu (14/7) seperti dilansir dari AFP. Lafontant mengaku Presiden Haiti Jovenel Moise sudah menerima pengunduran dirinya.

Lafontant adalah dokter yang menjadi Perdana Menteri Haiti sejak 2017. Dia sempat menjanjikan adanya kebijakan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, perbaikan infrastruktur, dan perluasan akses air bersih.

Perdana Menteri Haiti Jack Guy Lafontant (Foto: REUTERS/Andres Martinez Casares)
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Haiti Jack Guy Lafontant (Foto: REUTERS/Andres Martinez Casares)

Namun, Lafontant menaikkan harga BBM pada awal Juli. Pemerintah Haiti mengurangi subsidi BBM setelah menandatangani perjanjian dengan IMF. IMF berjanji akan terus memberikan bantuan moneter untuk Haiti asalkan subsidi BBM mau dialihkan ke sektor lain, semisal pendidikan. Pengurangan subsidi itu meningkatkan harga BBM di Haiti hingga 38 persen untuk bensin dan 47 persen untuk solar.

Demonstrasi yang diikuti dengan kerusuhan di Ibu Kota Haiti, Port-au-Prince, pecah setelah harga BBM naik. Sedikitnya empat orang tewas akibat kerusuhan. Imbas dari keamanan yang tidak menentu penerbangan dari dan menuju Haiti juga dihentikan.

Haiti adalah salah satu negara paling miskin di dunia. 60 persen dari penduduk negara yang berada di kawasan Karibia itu hidup dengan 2 USD setiap harinya.