Perempuan Bunuh Diri padahal Mau Nikah sama Polisi Akpol, Hp Jadi Barbuk
·waktu baca 2 menit
Catatan Redaksi: Bijaksanalah membaca konten ini. Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan!

Shintia Indah Permatasari (25 tahun), Kota Pariaman, ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan mukena yang diikat di lemari, di dalam kamar di salah satu penginapan syariah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (13/11).
Kasus ini menjadi ramai diperbincangkan lantaran Shintia akan menikah dengan seorang polisi pada 14 Januari 2024 di Padang.
Polisi pun menyelidiki kasus ini. Sejauh ini, polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian termasuk handphone (hp) milik Shintia.
"Hp ada. Kami kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi. Makanya hp jadi barang bukti," kata Yudarman.
Sekilas Kasus
Saudara Shintia, Rizki, menjelaskan soal rencana pernikahan Shintia tersebut.
"Calon suami Shintia polisi yang bertugas di Ternate. Akpol (Akademi Kepolisian). Sudah proses (nikah). Sudah sidang BP4R," kata Rizki, kepada kumparan, Jumat (17/11).
BP4R yang dimaksud adalah Badan Pembantu Penasihat Perkawinan Perceraian dan Rujuk.
Keberadaan Shintia di Padang adalah untuk mengurus surat-surat pernikahan.
Uang Jemput Rp 500 Juta
Di media sosial, kasus ini ramai dikaitkan dengan uang jemput pernikahan Rp 500 juta. Di Pariaman, ada tradisi Bajapuik yaitu keluarga pengantin perempuan menjemput mempelai laki-laki dengan sejumlah uang atau benda yang bernilai.
"Segala isu terkait uang jemput pernikahan Rp 500 juta, tidak ada itu. Buktinya sudah sidang," ujar Rizki. "Sudah 85 persen persiapan pernikahan. Tidak ada kami dari pihak perempuan membatalkan, begitu pun pihak laki-laki juga tidak,” katanya.
"Pasti ada dorongan adik kami kenapa bisa (bunuh diri) seperti itu. Mudah-mudahan benar itu adalah murni bunuh diri. Kalau pun ada tekanan ucapan verbal, siapa orangnya? Kan bisa saja terjadi. Masalah di keluarga tidak ada. Uang jemput sudah selesai. Tahapan itu sudah lewat. Jadi apa masalahnya lagi sehingga bunuh diri? Siapa orang yang menjadi indikasi penyebab bunuh diri?" ujar Rizki.
Penelusuran Polisi
Berikut hasil penelusuran polisi atas TKP:
Shintia memesan kamar penginapan seorang diri. Itu adalah penginapan syariah;
Shintia bersama keluarganya kerap menginap di penginapan tersebut;
Kamar terkunci dari dalam;
Kondisi kamar tidak berantakan, tidak ada barang berserakan;
Barang-barang berharga korban tidak hilang;
Tidak ada unsur kekerasan pada tubuh Shintia.
