Peresmian LSBA Bekasi, Fatma: Anak Disabilitas Punya Talenta Luar Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Suara tepuk tangan membahana di Arswendo Atmowiloto Centre for Performing Arts, LSPR Transpark Bekasi, akhir pekan kemarin.

Di atas panggung, siswa London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi Marthalima Dwi Satryo tampil berduet bersama Mr. Josef Radel. Bukan sekadar pertunjukan pembuka peresmian LSBA, penampilan itu menjadi gambaran tentang potensi yang tumbuh ketika seseorang diberi ruang dan kesempatan.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, yang menyaksikan penampilan tersebut merasa tersentuh.

“Melihat penampilan anak-anak kita tadi, hati saya sangat tersentuh. Mereka membuktikan bahwa di balik keterbatasan ada talenta luar biasa yang mekarnya hanya butuh satu hal: kesempatan,” ujar Fatma dalam sambutannya.

Kehadiran LSBA Bekasi menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pendidikan vokasional bagi remaja penyandang disabilitas. Kampus yang berada di lingkungan LSPR Transpark Bekasi ini tidak hanya menawarkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan formal.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

“Setelah pendidikan formal, kita harus menyiapkan anak-anak untuk menjadi lebih mandiri, bermartabat, dan bisa diterima di masyarakat,” kata Fatma.

Menurut Fatma, kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus berkembang. Karena itu, pendidikan lanjutan perlu diarahkan pada penguatan keterampilan praktis, kepercayaan diri, kemampuan sosial, hingga kesiapan memasuki dunia kerja.

Tidak hanya itu, Fatma juga menggarisbawahi peran krusial para orang tua yang konsisten mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Perjuangan dan kasih sayang keluarga menjadi fondasi utama keberhasilan pendidikan vokasi ini.

Ia menyambut baik konsistensi Founder & CEO LSPR Institute, Prita Kemal Gani, serta Direktur LSBA & LSCAA, Associate Professor Chrisdina, menghadirkan pendidikan vokasional yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.

“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang materi yang diberikan di kelas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini memiliki kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat,” ujar Fatma.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Pandangan serupa datang dari Chrisdina. Ia mengatakan setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, LSBA tidak menerapkan pendekatan yang seragam kepada seluruh peserta.

“Pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta,” ujar Chrisdina.

Peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi, sosial, disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode fun learning, visual, dan auditori dengan memadukan aspek pedagogis, teknologi, dan emosional sesuai kebutuhan peserta.

LSBA Bekasi menyediakan empat bidang keterampilan, yakni Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Peserta menjalani enam semester pembelajaran yang kemudian dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja. Sebelum diterima, calon peserta yang merupakan lulusan SMA atau sederajat terlebih dahulu menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan dan program pengembangan yang sesuai.

Dengan kapasitas maksimal 70 peserta didik setiap angkatan, LSBA Bekasi dilengkapi sejumlah fasilitas praktik, antara lain Laboratorium Tata Boga, Sablon, Kriya, dan Kerajinan Tangan. Pembelajaran ini nantinya akan dilanjutkan ke dunia kerja.

Kementerian Sosial adalah salah satu instansi yang merangkul siswa dan lulusan LSBA. Saat ini, Selalu Ada Kopi, sebuah kafe disabilitas yang berada di Kantor Kementerian Sosial, telah menjadi ruang kerja profesional bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sebagai chef, barista dan waiter sekaligus belajar mengelola operasional usaha.

Di samping Selalu Ada Kopi, kolaborasi Kementerian Sosial, LSBA dan berbagai pihak lain yang tergabung dalam DIFABELA DWP Kemensos membuktikan daya saing karya penyandang disabilitas di pasar terbuka.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, bertemu para siswa disabilitas di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Produk kriya dan kuliner yang dihasilkan para siswa mampu memenuhi standar kompetensi industri. Kemensos berencana mengadaptasi pola pembelajaran dan pendampingan terstandar milik LSBA ke sentra-sentra rehabilitasi sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Hadir pula dalam peresmian ini Penasehat DWP Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Shinta Maruarar Sirait. Fatma Saifullah Yusuf bersama Shinta Maruarar, founder dan CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani, Kemal Effendi Gani selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesona Pribadi Sejahtera yang menaungi LSPR dan Ex Duta Besar Indonesia untuk Qatar H.E. Ridwan Hassan bersama-sama memotong pita menandai pembukaan LSBA Bekasi di Lantai 2 LSBA Bekasi.

Hadirnya LSBA Bekasi diharapkan memperluas ruang inklusi baru yang tidak hanya mengasah bakat artistik dan keterampilan kerja, tetapi juga menjamin akses lapangan kerja serta kemandirian ekonomi jangka panjang bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Bekasi dan sekitarnya.