Peringatan Dini Tsunami: Minahasa-Manado Siaga, Tidore-Halmahera Waspada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG Teuku Faishal Fathani di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Teuku Faishal Fathani di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia dengan status siaga dan waspada.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status sebagai berikut,” kata Faisal di Kantor BMKG, Senin (8/6).

BMKG menetapkan status Siaga untuk sejumlah wilayah, yakni Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Semenanjung Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Sementara itu, status Waspada diberlakukan untuk Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan otoritas setempat serta BMKG.