Peringati 50 Tahun Kerja Sama, Indonesia-Singapura Gelar Bazar UMKM

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RISING50 Design Bazaar Indonesia-Singapura. (Foto: Marcia Audita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
RISING50 Design Bazaar Indonesia-Singapura. (Foto: Marcia Audita/kumparan)

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura bekerja sama dengan Design Singapore Council meresmikan acara bertema 'RISING50 Design Bazaar' di National Design Center, Singapura, Jumat (3/11). Acara ini menjadi momen perayaan hubungan bilateral Indonesia-Singapura yang telah terjalin selama 50 tahun.

Dalam acara tersebut, sebanyak 22 produk UKM dan UMKM dari Indonesia dan Singapura berkolaborasi. Mereka saling memamerkan produknya masing-masing. Sekitar 8 produk yang dipamerkan dari Indonesia, merupakan UMKM di bawah binaan Bank Indonesia (BI).

Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, kegiatan pameran UMKM ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi Indonesia-Singapura dalam menjalin hubungan ekonomi. Khususnya, kata dia, untuk mengembangkan UMKM antar kedua negara.

"Kita akan kolaborasi tidak hanya untuk mengeksplor pasar ini, tapi juga yang terpenting, bagaimana kita berkolaborasi secara potensial tidak hanya Indonesia- Singapura semata, tapi di Asia," ujar Ngurah dalam sambutannya.

RISING50 Design Bazaar Indonesia-Singapura. (Foto: Marcia Audita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
RISING50 Design Bazaar Indonesia-Singapura. (Foto: Marcia Audita/kumparan)

Terlebih lagi, kata dia, tagline "RISING50" sudah populer bagi masyarakat Singapura dan warga Indonesia di Singapura. Untuk itu, momen tersebut akan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan diplomatik bagi kedua negara.

"Semuanya tahu ya, "RISING50" jadi tagline populer, dan semua orang tahu itu. Ini jadi momen kami merayakan hubungan diplomatik, dan saya pikir ini bisa menjadi kolaborasi ekonomi hubungan Indonesia-Singapura, dan ini jadi momen kami merayakan hubungan diplomatik," tuturnya.

Adapun produk Indonesia yang dipamerkan dan dijual ke pengunjung bazar ini yakni mulai dari perhiasan mutiara khas Lombok, kain batik, kain ulos, dan berbagai macan kerajinan Indonesia lainnya.

Bros yang dijual di RISING50 Design Bazaar. (Foto: Marcia Audita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bros yang dijual di RISING50 Design Bazaar. (Foto: Marcia Audita/kumparan)

Ngurah berharap dengan adanya acara ini nilai investasi Singapura untuk Indonesia akan meningkat dibanding tahun kemarin.

"Kita punya kuartal terakhir paling tidak, karena tahun lalu investasi meningkat 55 persen, dan saya tidak tahu untuk tahun ini. Saya berharap kita dapat membangun ekonomi digital, dan banyak melakukan kolaborasi ekonomi," tutur Ngurah.

Sementara itu, perwakilan Kantor BI di Singapura Edi Susianto menuturkan, kedelapan UMKM binaan yang dibawa BI seluruhnya merupakan UMKM yang sudah lolos seleksi 'selera orang Singapura'.

"Orang Singapura orangnya rasional, dia memilih yang harganya kompetitif, model (barang/kerajinan) bagus dan unik. Makanya kita bawa UMKM dari seluruh Indonesia yang memenuhi pasar Singapura, sudah ada proses seleksi kita sesuaikan dengan Singapura," ujar Edi saat ditemui kumparan (kumparan.com) di kesempatan yang sama.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Singapura Yaacob Ibrahim. Selain meresmikan, Ngurah dan Yaacob juga berkeliling ke seluruh gerai UMKM untuk membeli beberapa kerajinan Indonesia-Singapura, dan mencicipi jajanan khas Indonesia.