Peringati 9/11, Joe Biden Kunjungi 3 Lokasi Jatuhnya Pesawat yang Dibajak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tragedi WTC 9/11. Foto: REUTERS/Brad Rickerby
zoom-in-whitePerbesar
Tragedi WTC 9/11. Foto: REUTERS/Brad Rickerby

Presiden AS Joe Biden akan memperingati 20 tahun tragedi WTC 9/11. Biden dijadwalkan akan mengunjungi setiap lokasi jatuhnya pesawat yang dibajak pada 2001 lalu untuk menghormati para korban.

Dikutip dari Reuters, Biden akan memulai kegiatannya di New York pada pukul 08.30 waktu setempat, di mana dia akan menghadiri upacara di lokasi menara kembar World Trade Centre dulu berdiri sebelum ditabrak pesawat yang dibajak, yang kemudian meruntuhkan kedua menara.

Kemudian dia akan menuju Shanksville, Pennsylvania, di mana pesawat United Flight 93 jatuh di sebuah lapangan setelah para penumpang melawan pembajak pesawat dan mencegah target lain terkena serangan.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Afghanistan di Ruang Timur Gedung Putih, Washington, AS. Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Setelahnya, Biden akan kembali ke Washington untuk mengunjungi Pentagon yang juga menjadi sasaran serangan 20 tahun yang lalu.

Biasanya Presiden AS hanya akan pergi ke salah satu lokasi serangan untuk memperingati 9/11. Sangat tidak biasa mengunjung ketiga lokasi di hari yang sama.

"Presiden merasa penting untuk mengunjungi satu per satu lokasi untuk memperingati nyawa yang hilang, pengorbanan yang dilakukan hari itu berdampak pada jutaan orang di seluruh negeri, tetapi tentu saja banyak orang di komunitas itu," kata Jubir Gedung Putih, Jen Psaki.

Biden tidak dijadwalkan untuk memberikan sambutan di ketiga tempat tersebut. Namun pada Jumat (10/9) kemarin, dia merilis video yang mengungkapkan belasungkawa kepada orang-orang terkasih dari korban dan menyoroti persatuan nasional yang dihasilkan setelah 9/11.

Asap mengepul dari menara World Trade Center yang terbakar sebelum runtuh di New York, AS, pada 11 September 2001. Foto: Henny Ray ABRAMS/AFP

"Ini sangat sulit. Entah itu tahun pertama atau 20 tahun, anak-anak telah tumbuh besar tanpa orang tua dan orang tua menderita tanpa anak," kata Biden.

Biden juga mencatat kepahlawanan yang terlihat dalam beberapa hari setelah serangan tersebut.

"Kita juga melihat sesuatu yang terlalu rangka: rasa persatuan nasional yang sebenarnya," tuturnya.

Bulan lalu, banyak anggota keluarga korban 9/11 yang meminta Biden untuk melewatkan peringatan 20 tahun kecuali mendeklasifikasi dokumen yang mereka anggap akan menunjukkan dukungan pemimpin Arab Saudi dalam serangan tersebut. Minggu lalu, Biden memerintahkan Departemen Kehakiman untuk meninjau sejumlah dokumen dari penyelidikan FBI terkait serangan tersebut untuk dideklasifikasi dan dirilis.

Peringatan ini dilakukan tak lama setelah AS menarik pasukannya dari Afghanistan. Penempatan pasukan militer AS di Afghanistan 20 tahun yang lalu untuk membasmi Al-Qaeda yang bertanggung jawab atas serangan 9/11.