Periode Kedua Jokowi: Masa Tugas Dubes RI untuk AS Cuma Seumur Jagung
·waktu baca 3 menit

Posisi Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) kembali kosong. Itu disebabkan Rosan Roeslani ditunjuk jadi Wamen BUMN.
Rosan bahkan sudah dilantik Presiden Jokowi pada Senin (17/7) di Istana Negara. Eks Ketum Kadin itu diambil sumpah bersama empat wamen dan satu menteri lainnya.
Rosan merupakan Dubes RI untuk AS ke-3 dalam empat tahun terakhir atau tepat saat Jokowi memulai periode kedua pemerintahan pada Oktober 2019.
Dua pejabat sebelum Rosan bernasib sama. Mereka dipanggil pulang ke Indonesia untuk menduduki posisi baru baik itu wamen atau menteri.
Pada 7 Januari 2019 Mahendra Siregar ditunjuk sebagai Dubes RI untuk AS. Ketika itu, Mahendra menggantikan Budi Bowoleksono yang bertugas selama hampir lima tahun, yaitu pada 2014 sampai 2019.
Tak seperti Budi, Mahendra cuma seumur jagung menjabat kepala perwakilan RI di AS. Ia kemudian dipanggil pulang ke Indonesia untuk mengisi jabatan Wamenlu mendampingi Menlu Retno Marsudi pada Kabinet Indonesia Maju.
Dikutip dari situs Kemlu, Mahendra Siregar menjabat sebagai Dubes RI untuk AS, yaitu 7 Januari 2019 sampai 25 Oktober 2019 atau selama 10 bulan lebih sedikit.
Sepeninggal Mahendra, Jokowi melantik Muhammad Lutfi sebagai Dubes RI untuk AS. Ia adalah pengusaha, eks Mendag, eks kepala BKPM dan pernah menjabat Dubes RI untuk Jepang.
Masa jabatan Lutfi di AS pun lebih singkat dibanding Mahendra. Lutfi dilantik Jokowi sebagai Dubes pada 14 September 2020.
Pada akhir 2020, Lutfi dipanggil pulang. Tepatnya pada 23 Desember 2020 dia ditunjuk jadi Mendag, posisi yang pernah diembannya di di masa Presiden SBY.
Tanggal 14 September 2020 sampai 23 Desember 2020 adalah masa tugas Lutfi di AS. Total Lutfi menjabat kepala perwakilan RI di Negeri Paman Sam cuma tiga bulan lebih. Dia menjadi Dubes RI untuk AS dengan masa tugas paling singkat.
Satu tahun posisi dubes kosong, Rosan dilantik menggantikan Lutfi pada 2021 tepatnya bulan Oktober. Rosan ketika ditunjuk masih menjabat posisi Ketum Kadin.
Mengikuti jejak Mahendra dan Lutfi, Rosan mengakhiri tugas lebih cepat di AS karena diberi amanat baru sebagai Wamen BUMN.
Rosan punya masa jabatan lebih panjang dari Lutfi dan Mahendra di AS. Dia memulai tugas pada 25 Oktober 2021 sampai 17 Juli 2023 atau 1 tahun 8 bulan.
Dari penelusuran kumparan, pejabat Dubes RI untuk AS mayoritas bertugas selama tiga sampai lima tahun.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 21 data
Nama | Mulai Menjabat | Selesai Menjabat | Lama Menjabat |
|---|---|---|---|
Ali Satroamidjoyo | 20 Februari 1950 | 27 Februari 1953 | 3 Tahun 0 Bulan |
Moekarto Notowigdo | 24 Oktober 1953 | 1 September 1960 | 6 Tahun 10 Bulan |
Zairin Zain | 17 April 1961 | 20 April 1965 | 4 Tahun 0 Bulan |
Lambertus Nicodemus Palar | 5 Mei 1965 | 6 April 1966 | 0 Tahun 11 Bulan |
Suwito Kusumowidagdo | 13 Januari 1967 | 11 Maret 1968 | 1 Tahun 1 Bulan |
Soedjatmoko | 5 Mei 1968 | 31 Juli 1971 | 3 Tahun 2 Bulan |
Syarief Thayeb | 6 Desember 1971 | 12 April 1974 | 2 Tahun 4 Bulan |
Roesmin Nurjadin | 4 Oktober 1974 | 27 November 1977 | 3 Tahun 1 Bulan |
Ashari Danudirdjo | 15 Februari 1978 | 12 Juli 1982 | 4 Tahun 4 Bulan |
Hasnan A. Habib | 8 September 1982 | 6 Oktober 1985 | 3 Tahun 0 Bulan |
Bahkan Moekarto Notowigdo, Dubes RI untuk AS era Orde Lama pernah bertugas selama hampir tujuh tahun, yaitu pada 24 Oktober 1953 - 1 September 1960.
Sebelum era Mahendra Siregar, dari 21 orang yang pernah menjabat Dubes RI untuk AS, hanya dua orang yang masa jabatannya satu tahun kurang lebih. Mereka, yaitu Lambertus Nicodemus Palar pada 5 Mei 1965 - 6 April 1966 (11 bulan) dan Suwito Kusumowidagdo pada 13 Januari 1967 - 11 Maret 1968 (1 tahun 11 bulan).
