Perjalanan Mobil BJ Habibie: Dijual ke RK, Disita KPK, Kini Kembali ke Keluarga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ilham Akbar Habibie (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ilham Akbar Habibie (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/9/2025). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Mobil Mercedes Benz atau Mercy antik milik Presiden ke-3 RI BJ Habibie 'berkendara' dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Jabar Banten (BJB). Perjalanan mobil ini tak usai setelah ditinggalkan oleh sang eks presiden, melainkan turut menjadi saksi bisu kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pihak.

Mobil berwarna silver milik keluarga BJ Habibie sempat dibeli eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).

Anak BJ Habibie, Ilham Habibie, menceritakan bagaimana mobil itu bisa dijual ke RK. Diawali saat mantan Wali Kota Bandung itu mendatangi rumahnya dan tertarik dengan Mercy tersebut.

"Ya pernah datang ke rumah, Bapak [RK] melihat koleksinya dan dia tertarik dengan mobilnya. Dia menyampaikan mau membeli mobil itu," papar Ilham beberapa waktu lalu.

Saat itu, Ilham Habibie tidak langsung memberikan lampu hijau. Ia harus berpikir terlebih dahulu. Saat mengecek, ternyata ada dua mobil dengan tipe yang sama di garasinya, sehingga mobil itu pun dijual.

"Saya pikir ya udahlah satu kita jual untuk membiayai pembetulan [mobil] yang lain itu," ucapnya.

RK membeli mobil itu seharga Rp 2,6 miliar dengan skema cicilan. Namun, baru dibayar Rp 1,3 miliar. Sisanya belum dilunasi.

Mobil Berpindah ke Tangan RK

Gubernur Jawa Barat Periode 2018-2023 Ridwan Kamil berjalan keluar usai melakukan pemeriksaan DNA di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Pada 2021, mobil pun berpindah ke tangan RK. Hari-hari berlalu, tetapi RK tidak kunjung melunasi pembayaran mobil tersebut. Saat ditemui di KPK pada Rabu (3/9), Ilham mengaku sempat hendak menarik mobil itu kembali.

Dalam penguasaan RK, mobil tersebut diganti warnanya menjadi biru metalik. Teranyar mobil itu ada di sebuah bengkel di Bandung.

"[Warna asli mobilnya] silver, [diganti menjadi] biru metalik," kata Ilham.

Mercy tersebut hendak ditarik oleh Ilham. Namun, pihak bengkel tidak menyerahkan. Penyebabnya sama: ongkos perbaikan belum dibayar.

"Tidak dilunasi juga [oleh RK], kita mau tarik. Tapi, bengkelnya enggak mau kasih, karena dia juga belum dibayar," ungkap Ilham.

Rp 1,3 M Disetor ke KPK, Mobil Kembali ke Keluarga BJ Habibie

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung KPK pada Selasa (5/8/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Belakangan, KPK menduga uang yang digunakan RK untuk membeli mobil tersebut bersumber dari dana non-bujeter Bank BJB. Dana itu diduga dihimpun dari hasil korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.

Mobil tersebut disita oleh KPK. Namun, nasibnya masih menggantung dan keberadaannya tetap di bengkel.

Kini, Ilham Habibie bersedia menyetorkan uang Rp 1,3 miliar yang sempat dibayarkan RK ke KPK. Sebagai ganti mobilnya kemudian dikembalikan kepadanya.

"KPK melakukan penyitaan uang Rp 1,3 miliar dari Saudara IH (Ilham Habibie). Uang tersebut diduga berasal dari Saudara RK dalam kaitannya untuk pembelian salah satu aset mobil milik Saudara IH," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (30/9).

Budi menyebut, Ilham Habibie beriktikad baik mendatangi KPK untuk menyerahkan uang Rp 1,3 miliar tersebut. Ia menjelaskan, bahwa Ilham menyatakan mobil tersebut memiliki nilai historis lantaran merupakan warisan dari sang ayah.

"Artinya, ada aliran uang dari Saudara RK kepada Saudara IH untuk pembelian mobil antik tersebut, di mana uang dari saudara RK ini diduga terkait atau bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani KPK," jelas Budi.

Setelah uang diserahkan, mobil pun kembali ke tangan Ilham Habibie.

"Mobil itu akan dikembalikan ke Saudara IH karena Saudara IH sudah mengembalikan dan sudah dilakukan penyitaan yaitu uang Rp 1,3 miliar," tutur Budi.

KPK pun berencana akan memanggil RK untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Belum diketahui kapan pemeriksaan dilakukan.

Belum ada keterangan dari RK mengenai jual beli mobil tersebut.

Kasus BJB

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni:

  • Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama BJB.

  • Widi Hartoto selaku Pimpinan Divisi Corporate Secretary BJB.

  • Ikin Asikin Dulmanan selaku pemilik agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri.

  • Suhendrik selaku pemilik agensi BSC dan Wahana Semesta Bandung Ekspress.

  • R. Sophan Jaya Kusuma selaku pemilik agensi Cipta Karya Mandiri Bersama dan Cipta Karya Sukses Bersama.

Kasus ini terkait dengan dugaan korupsi penempatan iklan BJB di media pada 2021-2023. Diduga ada kongkalikong dari pihak BJB dengan agensi iklan untuk mengakali pengadaan iklan tersebut.

Dari sekitar Rp 300 miliar yang dianggarkan, diduga hanya Rp 100 miliar yang benar-benar dipakai untuk iklan di media.

Terdapat selisih Rp 222 miliar yang kemudian fiktif. Dana tersebut diduga kemudian digunakan pihak BJB untuk memenuhi kebutuhan dana non-bujeter.

KPK tengah mendalami sosok penggagas dana non-bujeter itu, termasuk soal peruntukannya. Aliran dana non-bujeter itu pun tengah ditelusuri.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK menggeledah rumah mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil serta kantor pusat BJB. Ridwan Kamil mengaku kooperatif dengan proses yang dilakukan KPK.

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor. Kelima tersangka sudah dicegah ke luar negeri tetapi belum ditahan. Belum ada keterangan dari kelima tersangka mengenai perkara yang menjeratnya.