Perjanjian Damai, PM Thailand dan Kamboja Puji Trump: Selamatkan Banyak Nyawa
·waktu baca 2 menit

Thailand dan Kamboja resmi menandatangani deklarasi perdamaian di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10).
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menegaskan bahwa penandatanganan tersebut menjadi tonggak yang menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.
"Yang Mulia, hadirin sekalian, hari ini menandai momen bersejarah yang sangat penting bagi Kamboja dan Thailand. Hari yang menegaskan kembali keyakinan bersama kita bahwa perdamaian selalu mungkin terwujud, ketika negara-negara memiliki keberanian dan kebijaksanaan untuk mewujudkannya bersama," ujar Hun Manet.
Dalam momen tersebut, pemimpin kedua negara kompak menyampaikan penghargaan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dianggap berperan penting dalam mendorong proses menuju penyelesaian damai.
Hun Manet turut mengungkapkan bahwa sebagai bentuk penghargaan, ia telah menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
"Akhirnya, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan tekad Anda yang teguh untuk memajukan perdamaian, tidak hanya antara Kamboja dan Thailand, tetapi juga antarnegara, serta mencerminkan rasa terima kasih rakyat Kamboja, saya telah menominasikan Presiden Donald J Trump untuk hadiah nobel Perdamaian. Dan beliau, seperti yang telah saya katakan, telah menyelamatkan banyak nyawa," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Thailand Anutin Chanvirakul menyebut penandatanganan deklarasi ini sebagai langkah konkret menuju rekonsiliasi yang berkelanjutan.
"Hari ini menandai babak baru bagi Thailand dan Kamboja. Hari ini, kita mengambil langkah konkret menuju perdamaian," kata Anutin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang memimpin fasilitasi perundingan sebagai ketua ASEAN.
"Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Presiden Donald J. Trump atas dedikasi pribadi Anda untuk perdamaian antara kedua negara kita," ujarnya.
Anutin menegaskan Thailand akan mulai mengimplementasikan poin-poin kesepakatan, termasuk proses pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan, serta penarikan senjata berat untuk membangun kepercayaan bersama.
"Kedua belah pihak akan mulai menerapkan semua poin yang disepakati, khususnya segera menyingkirkan senjata berat dari tangan rakyat untuk membangun kepercayaan dan keyakinan. Dan Thailand juga akan memulai proses pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan," tandasnya.
