Perjuangan Ibu di NTT Lahirkan Bayi Prematur Saat Gempa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien yang menjalani perawatan beristirahat di tenda darurat RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pasien yang menjalani perawatan beristirahat di tenda darurat RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Seorang ibu hamil di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengalami pendarahan dan melahirkan secara prematur saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT. Ia melahirkan dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kisah ibu tersebut disampaikan oleh Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. Perjalanan ibu itu ke rumah sakit sempat terhambat karena akses jalan tertutup longsor akibat gempa.

“Di sana kondisi sangat mengenaskan. Bahkan ada ibu hamil mengalami pendarahan dan melahirkan prematur,” ungkap Rudi.

Rudi menerangkan, ibu itu akhirnya berhasil dibawa ke rumah sakit setelah polisi membuka akses yang tertutup material longsor. Polisi mengevakuasi ibu dan bayinya ke rumah sakit terdekat.

“Alhamdulillah sudah bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Rudi.

Rudi memantau langsung lokasi terdampak gempa bersama Forkopimda NTT, Menteri PUPR Dody Hanggodo. Dalam penanganan pascagempa, Polda NTT menerima bantuan 100 personel Brimob berkemampuan SAR dari Mabes Polri serta 14 anggota tim DVI untuk mendukung identifikasi korban.

“Kami masih sangat membutuhkan dukungan personel guna mempercepat pencarian dan pertolongan kepada seluruh korban,” katanya.