Perjuangan Nenek Solimah, Dhuafa Penderita Kanker Payudara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Nenek Solimah. (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Solimah. (Foto: Bagus Permadi/kumparan)

Hampir setiap hari Solimah tak dapat tidur nyenyak karena menahan sakit yang menggerogoti tubuhnya. Kanker yang diidapnya sejak tahun 2014 membuat Nenek Solimah tak lagi memiliki payudara, yang merupakan mahkota setiap wanita.

Tiga tahun yang lalu, muncul benjolan kecil di payudara sebelah kiri Solimah. Semula dia mengira itu hanya bisul yang tak perlu ia risaukan. Namun ternyata benjolan tersebut semakin membesar hingga merusak kedua payudaranya.

Nenek Solimah mengobati kankernya dengan cuka (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Solimah mengobati kankernya dengan cuka (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

Baca juga: Nenek Solimah 3 Tahun Hidup dengan Kanker Payudara

Luka itu kini semakin parah membengkak. Bagian pinggirnya menghitam sementara sisi tengahnya terlihat merah basah. Jangan tanya bagaimana rasanya.

Kondisi Nenek Solimah saat ini (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Nenek Solimah saat ini (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

"Panas, perih kayak terbakar. Rasanya mau nangis, kagak tahan," kata Solimah saat dikunjungi kumparan (kumparan.com) di kediamannya, Kamis (20/4) lalu.

Baca juga: ‘Ya Allah, ke Mana Lagi Aku Harus Berobat?’

Kondisi Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

Wanita yang tinggal di Desa Pahlawan Setia, Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini setiap harinya memakai penutup kepala, celana panjang dan bagian tubuh lainnya hanya ditutupi sarung. Solimah kesulitan mengenakan 'baju normal' karena gesekan kain akan membuat lukanya semakin parah dan nyeri tak terperi.

Berbagai macam pengobatan sudah pernah dicoba oleh Solimah. Dari pengobatan medis hingga alternatif pernah dijalaninya. Namun Solimah belum pernah operasi karena terhalang biaya.

Ya Allah seribu kali pengin banget sembuh

Kondisi rumah Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi rumah Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

Solimah sempat mengenang masa-masa saat dirinya masih sehat. Dia adalah pekerja keras yang tidak betah duduk santai di rumah walau usianya sudah tua. Ketika sehat dulu, ia mengaku bekerja sebagai kuli tani dan memelihara bebek.

"Saya mah orangnya enggak enak diem pas lagi sehat," tuturnya.

Kondisi rumah Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi rumah Nenek Solimah (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

Kumparan (kumparan.com) bekerjasama dengan kitabisa.com menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan Nenek Solimah. Bagi Anda yang ingin membantu meringankan beban Nenek Solimah, dapat menyalurkannya melalui tautan berikut ini: