Perkenalkan Pemimpin Baru Suriah setelah Assad Tumbang: Mohammed al-Bashir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Plt perdana Menteri Suriah Mohamed al-Bashir menghadiri pertemuan dengan kabinet transisi, setelah pemberontak Suriah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, di Damaskus, Suriah, 10 Desember 2024. Foto: Al Arabiya TV/ via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Plt perdana Menteri Suriah Mohamed al-Bashir menghadiri pertemuan dengan kabinet transisi, setelah pemberontak Suriah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, di Damaskus, Suriah, 10 Desember 2024. Foto: Al Arabiya TV/ via Reuters

Terjawab sudah siapa yang akan memimpin Suriah secara sementara setelah Bashar al-Assad tumbang. Sosok itu terbilang tak populer di seluruh Suriah yang penuh konflik.

Plt PM Suriah yang diumumkan pada Selasa (10/12) adalah Mohammed al-Bashir. Dia kurang dikenal lantaran cuma menguasai kantong oposisi di barat laut Suriah.

Kini, al-Bashir yang berusia sekitar 40-41 tahun ini dipercaya memimpin Suriah setidaknya sampai 1 Maret 2025.

Plt perdana Menteri Suriah Mohamed al-Bashir menghadiri pertemuan dengan kabinet transisi, setelah pemberontak Suriah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, di Damaskus, Suriah, 10 Desember 2024. Foto: Al Arabiya TV/ via Reuters

“Hari ini kami menggelar pertemuan kabinet termasuk Pemerintahan Salvation yang bekerja di Idlib dan sekitarnya, dan pemerintahan di luar rezim,” kata al-Bashir seperti dikutip dari Reuters.

“Pertemuan di bawah tajuk pemberian dokumen dan institusi ke pemerintahan sementara,” sambung dia.

Al-Bashir sebelum ditunjuk jadi PM sementara, memimpin Pemerintahan Salvation sebelum serangan 12 hari oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dkk yang berujung tumbangnya Assad pada Minggu, 8 Desember 2029.

Pemerintahan Salvation (atau dalam bahasa Arab, "Hukumat al-Inqadh") adalah struktur pemerintahan yang dibentuk oleh kelompok HTS, sebuah faksi militer Islamis yang memiliki pengaruh besar di wilayah Idlib, Suriah, sejak 2017.

HTS awalnya adalah bagian dari cabang Al-Qaeda di Suriah tetapi kemudian memisahkan diri. Pemerintahan ini mengklaim sebagai otoritas sipil yang mengatur kehidupan masyarakat di wilayah yang mereka kuasai.

Pemimpin kelompok Islamis Suriah Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Ahmed al-Sharaa, tiba di Masjid Umayyah, Suriah, Minggu (8/12/2024). Foto: ABDULAZIZ KETAZ/AFP

Saatnya Suriah Nikmati Perdamaian

Saat disumpah menjadi PM sementara Suriah, terlihat bendera baru Suriah yang berwarna hijau, putih, hitam—menggantikan bendera lama yang berwarna merah, putih, hitam. Al-Bashir disumpah di bawah agama yang dianutnya, Islam.

Al-Bashir kemudian menyebut, target utamanya sebagai pemimpin sementara Suriah adalah perdamaian dan ketenangan di seluruh negara.

Sekarang waktunya bagi rakyat untuk menikmati stabilitas dan perdamaian,” ucap al-Bashir.