Perkosaan Merajalela, India Negara Paling Bahaya Bagi Perempuan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Protes perkosaan bocah di India. (Foto: REUTERS/Adnan Abidi)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Protes perkosaan bocah di India. (Foto: REUTERS/Adnan Abidi)

Tingginya angka kekerasan seksual di India membuat negara ini mendapat predikat paling tidak aman bagi perempuan. Hal tersebut merujuk pada sebuah survei yang dikeluarkan oleh para ahli, Selasa (26/6).

Para ahli menyebut predikat India tersebut menunjukkan kurang berhasilnya negara dalam mengatasi bahaya yang mengintai perempuan. Bila diingat, kiranya sudah lima tahun peristiwa keji pemerkosaan seorang siswi di bus di New Delhi terjadi. Pemerintah pun menjadikan masalah kekerasan terhadap perempuan sebagai prioritas nasional. Namun, masih saja kasus perkosaan merajalela.

"India telah menunjukkan kurangnya kepedulian dan menghormati perempuan. Perkosaan, pernikahan akibat perkosaan, dan kekerasan seksual, dan pembunuhan anak perempuan tidaklah mereda," kata Manjunath Gangadhara, pegawai pemerintah di negara bagian Karnataka seperti dilaporkan Asiaone.

Dari rentang tahun 2007 hingga 2016, kejahatan terhadap perempuan di India meningkat 83 persen. Setiap jamnya, ada empat perempuan India yang diperkosa.

Survei ini sendiri menanyakan manakah 5 dari 193 negara anggota PBB yang paling bahaya bagi perempuan. Di sisi India, negara konflik Afghanistan dan Suriah masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Selain itu, juga ditanyakan negara mana yang paling buruk dalam pelayanan kesehatan, sumber daya ekonomi, praktik budaya dan tradisi, kekerasan dan pelecehan seksual, dan perdagangan manusia.

Nyatanya, India sekarang memang harus segera berbenah. Dalam survei tersebut India juga mendapat predikat negara terbahaya dalam hal perdagangan manusia.

Sementara itu, dengan hasil survei ini, Menteri Perempuan dan Perkembangan Anak India memulih bungkam dengan hasil survei ini.