Perkuat Haji Ramah Lansia, BSI Beri Bantuan 300 Kursi Roda untuk Armuzna

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bantuan kursi roda dari BSI tiba di Bandara Jeddah. Foto: Dok. MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Bantuan kursi roda dari BSI tiba di Bandara Jeddah. Foto: Dok. MCH 2026

Persiapan menyambut puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan. Termasuk fasilitas untuk melayani jemaah lansia.

Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan bantuan sebanyak 300 kursi roda untuk memudahkan lansia menjalani ibadah saat puncak haji di Armuzna.

Bantuan tahap pertama ini tiba bersamaan dengan mendaratnya jemaah haji kelompok terbang (kloter) JKB-14 di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (12/5) sore.

Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menjelaskan ratusan kursi roda ini akan segera didistribusikan ke titik-titik krusial pelayanan jemaah, baik di Madinah dan khususnya di Makkah.

Target utamanya adalah memastikan jemaah lansia dan disabilitas tetap dapat menjalankan prosesi puncak haji dengan nyaman.

Bantuan kursi roda dari BSI tiba di Bandara Jeddah. Foto: Dok. MCH 2026

​"Hari ini kami menerima bantuan kursi roda dari BSI sebanyak 300 unit. Kursi roda ini nanti akan kami distribusikan ke Daker Makkah, utamanya untuk menunjang persiapan puncak haji di Wukuf Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar Abdul Basir.

Tak hanya untuk Makkah, sebagian unit juga akan dialokasikan untuk memperkuat layanan di Madinah.

"Beberapa di antaranya juga akan kami distribusikan ke Daker Madinah untuk menunjang proses layanan kepulangan jemaah haji nantinya," imbuhnya.

Kerja sama dengan pihak perbankan syariah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan program "Haji Ramah Lansia dan Disabilitas". Kursi roda ini bersifat bantuan operasional untuk memfasilitasi pergerakan jemaah di lapangan.

Rencananya, pihak Daker Makkah akan membagi bantuan ini ke setiap sektor, yang kemudian diteruskan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.

​"Ini merupakan pengiriman tahap pertama. Direncanakan akan ada pengiriman tahap kedua dengan jumlah yang akan kami konfirmasi ulang dengan PPIH Pusat di Jakarta," jelas Basir.

Langkah ini diharapkan mampu menutup kebutuhan mobilitas jemaah yang cukup tinggi, mengingat tantangan fisik saat puncak haji di tengah cuaca Arab Saudi yang menantang.

​"Mudah-mudahan bermanfaat untuk jemaah haji kita dan dapat menunjang suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2026," pungkasnya.