Perkuat Rebranding Kelembagaan, Menteri P2MI Terima Audiensi Redaksi kumparan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima kunjungan audiensi dari jajaran pimpinan redaksi media digital kumparan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, pada Kamis (7/5).

Pertemuan ini membahas kolaborasi strategis dalam rangka memperkuat citra lembaga serta memperluas kampanye "Migrasi Aman" di tengah masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani dan Sekjen KP2MI Komjen Pol Dwiyono. Sementara itu, delegasi kumparan dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi Ahmad Toriq, bersama Wakil Pemimpin Redaksi, Reza Aditya dan M. Rizki, Redaktur Foto Aditia Noviansyah, serta Content Planner Commercial Manager, Dewi Negara.

Transformasi Kelembagaan dan Diksi Tepat

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) berbincang dengan Ahmad Toriq, Pemred kumparan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi publik mengenai transformasi kelembagaan yang tengah berlangsung. Saat ini, institusi yang sebelumnya berbentuk badan (BP2MI) telah resmi bertransformasi menjadi Kementerian P2MI.

"Kami sedang melakukan rebranding kelembagaan. Masyarakat perlu paham bahwa pengampu urusan Pekerja Migran adalah Kementerian P2MI, bukan lagi di bawah Kemenaker. Kami kini menjalankan peran sebagai regulator sekaligus operator," ujar Mukhtarudin.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) berbincang dengan Ahmad Toriq, Pemred kumparan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selain aspek kelembagaan, Menteri Mukhtarudin juga mengimbau media untuk lebih cermat dalam penggunaan diksi. Ia meminta agar penyebutan "Pekerja Migran Indonesia" digunakan secara utuh guna memberikan kehormatan pada profesi tersebut, ketimbang menggunakan singkatan PMI atau istilah lama seperti TKI/TKW yang seringkali berkonotasi sempit.

"Kita ingin menggeser paradigma menuju skilled worker. Pekerja migran kita adalah SDM unggul yang berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional, menyumbang devisa dan membawa pulang skill serta jejaring melalui konsep brain circulation," imbuh Mukhtarudin.

Kekuatan Media Digital dan Kampanye Migrasi Aman

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah) berbincang dengan Ahmad Toriq, Pemred kumparan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemimpin Redaksi kumparan, Ahmad Toriq, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia memaparkan bahwa Kumparan saat ini memiliki jangkauan distribusi informasi yang sangat luas, dengan catatan impresi mencapai 1,5 hingga 2 miliar per bulan melalui penggabungan kanal situs web dan media sosial seperti TikTok dan Instagram.

"Distribusi berita kami di media sosial sangat dahsyat. Kami melihat tren saat ini, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial, sangat kuat di platform seperti TikTok. Kami siap membantu mengampanyekan 'Migrasi Aman' agar informasi ini tersampaikan secara efektif ke generasi muda," ungkap Ahmad Toriq.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (ke dua dari kiri) berbincang dengan Ahmad Toriq, Pemred kumparan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ia juga menyoroti efektivitas siaran langsung (live) di media sosial yang mampu menarik jutaan penonton dalam waktu singkat, melampaui jangkauan televisi konvensional untuk isu-isu tertentu.

Hal ini dinilai menjadi alat yang ampuh untuk mensosialisasikan program-program perlindungan pekerja migran secara masif.

Melalui audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyinkronkan data dan informasi agar narasi mengenai perlindungan serta kontribusi Pekerja Migran Indonesia dapat diterima dengan tepat oleh publik luas, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam menciptakan penempatan kerja luar negeri yang aman dan bermartabat.