Perkuat Sektor Pertanian, Kementan Realisasikan Program DAM Parit di Bandung

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementan merealisasikan DAM Parit untuk memperluas areal tanam petani di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
zoom-in-whitePerbesar
Kementan merealisasikan DAM Parit untuk memperluas areal tanam petani di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan DAM Parit untuk memperluas areal tanam petani di Bandung, Jawa Barat. Program strategis yang direalisasikan untuk Kelompok Tani Wala Hilir 22 di Desa Loa, Kecamatan Paseh, itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, manfaat infrastruktur air seperti embung, DAM parit, maupun long storage baru terasa ketika musim kemarau datang.

Menurutnya, infrastruktur air ini sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Syahrul pun berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah.

Kementan merealisasikan DAM Parit untuk memperluas areal tanam petani di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Kementerian Pertanian

"Bangunan air seperti embung dan DAM parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali," jelas Syahrul dalam keterangannya, Kamis (3/2).

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menerangkan tujuan pembangunan DAM parit ini untuk menampung air limpasan yang tidak termanfaatkan secara optimal, serta meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana air.

"Juga untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi pedesaan. Selain itu juga meningkatkan areal tanam, indeks, pertanaman dan produktivitas," terang Ali.

Menurut Ali, pembuatan DAM parit sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi, maka DAM parit bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

Kementan merealisasikan DAM Parit untuk memperluas areal tanam petani di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Kementerian Pertanian

"Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif," jelas Ali.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto, menambahkan, dari luas wilayah Kecamatan Paseh 70 persen merupakan tanah sawah yang ditanami padi sawah dengan produksi rata-rata 6,2 ton per hektare.

"Program DAM parit direalisasikan mengacu pada program pemerintah yang harus meningkatkan produksi padi 5 persen dari jumlah penduduk 70 persen," beber dia.

Untuk provitas awal tahun sebelum program sebesar 6,2 ton per hektar dengan indeks pertanaman -210. "Tentu kita berharap program ini akan meningkatkan provitas dan indeks pertanaman pertanian," tutup Rahmanto.