Perlukah Kita Boikot Starbucks?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perlukah Kita Boikot Starbucks? (Foto: Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Perlukah Kita Boikot Starbucks? (Foto: Faisal Nu'man/kumparan)

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas Sabtu (1/7) lalu menyerukan pemboikotan produk-produk Starbucks.

Sebabnya adalah komentar mantan CEO Starbucks, Howard Schultz, di tahun 2013 yang menolak diskriminasi kepada kelompok LGBT.

Perlukah kita turut serta dalam gerakan #BoikotStarbucks tersebut? Simak infografis yang telah kumparan (kumparan.com) siapkan untuk Anda.

Infografis Pemboikotan Starbucks (Foto: Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Infografis Pemboikotan Starbucks (Foto: Faisal Nu'man/kumparan)