Permintaan Maaf Sukmawati dan Upaya Damai Polemik Puisi Ibu Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konfrensi pers Sukmawati Soekarnoputri. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konfrensi pers Sukmawati Soekarnoputri. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)

Puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri berujung polemik. Sajak yang dibacakan dalam gelaran Indonesia Fashion Week 2018 itu dinilai menyudutkan umat Islam.

Setelah seharian bergeming dari semua komentar pedas, Sukmawati akhirnya muncul ke publik. Dia langsung menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat yang merasa tersinggung atas puisi yang disampaikannya.

"Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam se-Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia," kata Sukmawati di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4). Saat kata maaf diucapkan, mata Sukmawati tampak berkaca-kaca. Suaranya juga terdengar parau.

Halidah Hatta dampingi Sukmawati konfrensi pers. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Halidah Hatta dampingi Sukmawati konfrensi pers. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)

Sukmawati menegaskan, puisi itu dibuatnya bukan untuk menyudutkan atau menghina umat Islam dan kaum ibu di Indonesia.

Di kesempatan terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat memberi maaf pada Sukmawati. Dia menilai tak ada niat apapun dari Sukmawati untuk menghina Islam melalui puisi yang dia dibacakan.

Menteri Agama Lukman Hakim. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Lukman Hakim. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Saya menyakini sepenuhnya bahwa tidak ada itikad sekecil atau sedikitpun dari beliau untuk, katakanlah, menyakiti umat Islam atau melecehkan, apalagi menghina dan lain sebagainya dari puisi yang beliau buat," jelas Lukman di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/4).

"Jadi sama sekali tidak ada tendensi atau niatan atau yang negatif kepada umat Islam," tegas dia.

Denny AK laporkan Sukmawati Soekarnoputri ke PMJ (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Denny AK laporkan Sukmawati Soekarnoputri ke PMJ (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)

Namun permintaan maaf Sukmawati tak secepat beberapa elemen masyarakat yang telah melaporkannya ke polisi. Seorang pelapor Sukmawati, Denny AK, memastikan proses hukum tetap dilanjutkan.

"Kami maafkan Sukmawati, akan tetapi tetap proses hukum harus berjalan," kata Denny saat dihubungi, Rabu (4/4).

Denny melaporkan Sukmawati atas dugaan penistaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras, dan etnis. Laporan serupa juga dibuat oleh seorang warga bernama Amron.

Tak berhenti sampai di situ, puisi Ibu Indonesia juga menggugah gerakan aksi bela Islam, yang kali ini disebut dengan 'Aksi Bela Islam 64'.

Aksi yang akan digelar pada Jumat (6/4) semula menuntut Sukmawati untuk meminta maaf. Tapi aksi itu akan tetap berjalan meski Sukmawati sudah menyatakan permintaan maafnya.

"Kalau persoalan minta maaf itu hak beliau, minta maaf mungkin sudah menyadari kesalahan beliau. Tapi buat kami, ini tidak bisa memafkan kesalahan ini karena yang dinodai ini adalah syariat Allah. Saya tidak pada posisi menerima atau tidak mohon maafnya, tapi ini dalam penodaan syariat atau agama," ujar Dedy saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (4/4).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Terkait laporan tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Polri siap mengamankan asalkan yang bersangkutan melaporkan akan ada kegiatan.

"Kalau dia memberikan laporan, kita amankan, itu saja,” kata Setyo kepada kumparan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, (4/4).

Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono berupaya menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Pihak pelapor dan terlapor akan dipertemukan untuk menempuh jalur damai.

"Kita akan coba kedepankan restorative justice, artinya penyelesaian di luar pengadilan. Jadi kita ajak musyawarah dan diskusi pelapor dan terlapor, itu dimungkinkan," kata Argo di Polda Metro Jaya, (4/4).

Berikut klarifikasi lengkap Sukmawati

1. Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema acara pagelaran busana yakni culture identity yang mana, semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

2. Saya mewakili pribadi tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga dengan keislaman saya, putri seorang proklamator Bung Karno yang telah dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah, dan tokoh yang telah menndapat gelar dari Nahdatul Ulama sebagai pemimpin pemerintahan secara darurat yang kebijakannya mengikat secara de facto.

3. Puisi Ibu indonesia adalah puisi yang saya tulis yang menajdi bagian dari buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi ini ditulis sebagai refleksi dari pemikiran-pemikiran saya tentang wawasan kebangsaan dan saya rangkum dan semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.

4. Puisi ini saya tulis sebagai bentuk sebagai upaya untuk mengekspresikan melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara. Saya tergerakkan dengan cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara. Dalam hal ini Islam yang begitu agung, mulia, dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya kepada Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu bhinneka. Namun dengan karya sastra dari puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi dari berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam.

Dengan ini dari hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam, khususnya yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Indonesia itu. Selain itu saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Avantie dan keluarga, serta apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif.