Pernah Ditertibkan Ganjar, Kini Jembatan Timbang Jateng Bebas Pungli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk memasuki jembatan timbang di Subah Batang. Foto:  Dok Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Truk memasuki jembatan timbang di Subah Batang. Foto: Dok Pemprov Jateng

Sekitar tujuh tahun berlalu usai dipergoki melakukan pungli, kini jembatan timbang telah jauh lebih tertib. Di semua jembatan timbang di Jateng, sekarang telah serentak menerapkan kedisiplinan untuk meniadakan pungli.

Bahkan, di beberapa sudut jembatan timbang terpasang spanduk bernada larangan tidak melakukan pungli. Hal itu sekaligus mengingatkan petugas, maupun pengguna kendaraan beban, agar tidak melakukan pungli. Seperti yang tampak di Jembatan Timbang Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

Kasi Sarana dan Prasarana Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah X Jawa Tengah- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Joko Umboro mengatakan, jembatan timbang di wilayahnya telah menerapkan tak ada praktik pungli.

Truk memasuki jembatan timbang di Subah Batang. Foto: Dok Pemprov Jateng

“Ada 10 UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor operasional. Dari 10 itu kami terus melakukan upaya pembinaan, upaya untuk monitoring terkait dengan kinerja teman-teman,” kata Joko ditemui di Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas, Senin (25/10).

Data yang diterima Rabu (27/10/2021) dari Kemenhub, kesepuluh UPPKB atau jembatan timbang aktif di Jateng-DIY, yaitu di Tanjung Brebes, Subah Batang, Sarang Rembang, Banyudono Boyolali, Klepu Kabupaten Semarang, Ajibarang Banyumas,Wanareja Cilacap, Kulwaru Kulonprogo, Kalitirto Sleman, dan Tamanmartani Sleman.

Dari pantauannya, sejauh ini petugas UPPKB se-Jateng-DIY masih taat ketentuan dan aturan. Adapun terkait tindak pelanggaran, pemberkasan, hingga pengajuan sidang dari UPPKB, dikontrol melalui berkas pengajuan. “Bundel catatan pelanggaran lalu lintas sama berkas pengajuan sidang itu masih linier,” ujarnya.

Harapannya, petugas UPPKB di wilayah tugasnya terus meninggalkan praktik pungli. Sebab perilaku tersebut sama saja mengorbankan integritas sendiri, baik bagi masing-masing pribadi maupun instansi.

“Itu mencari keuntungan sedikit tapi menggadaikan marwah nama baik, pribadi dan institusi. Itu dapat ditinggalkan,” sambungnya.

Joko menilai aksi Gubernur Ganjar Pranowo di Jembatan Timbang Subah Batang beberapa waktu lalu menjadi pengalaman sekaligus momentum terhadap pengawasan pelaksanaan tugas di jembatan timbang.

“Pengalaman kejadian pada waktu pak gubernur, pak Ganjar Pranowo di Subah pada waktu itu memberikan shock therapy bisa dikatakan itu momentum terhadap pelaksanaan tugas pemerintah dalam pengawasan,” ucapnya.

Koordinator Satuan Pelayanan UPPKB Ajibarang Alkori mengatakan di jembatan timbang di Ajibarang setiap harinya menimbang sekitar 200 kendaraan. “Tingkat pelanggaran sudah menurun,” kata Alkori.

Wartim, 42, awak truk dari Losari Ajibarang ke Slawi Tegal mengaku, di Jembatan Timbang Ajibarang tidak ditemukan aksi pungli. Justru malah pelanggar mendapatkan informasi penting agar tertib. “Alhamdulillah, di timbangan wilayah Ajibarang ini tidak ada pungli sama sekali,” ungkapnya.