Pernyataan Ganjar Siap Nyapres Dinilai Pesan untuk Puan dan Megawati
ยทwaktu baca 2 menit

Jawara survei pilpres, Ganjar Pranowo, menyatakan kesiapannya maju di kontestasi Pilpres 2024. Ganjar menyebut sebagai kader banteng, dia harus siap kapan pun diminta mengabdi untuk negara.
Apa yang membuat Ganjar mendeklarasikan diri siap nyapres?
Pengamat politik Hendri Satrio menganalisis, kesiapan Ganjar maju pilpres itu beda dengan saat Jokowi โ yang juga kader PDIP โ didorong maju Pilpres 2014. Kala itu, Jokowi memilih mengelak.
"Waktu zaman Jokowi belum dicalonkan, Jokowi selalu mengelak dengan perkataan, ora mikir. Tapi Ganjar kali ini berani terang-terangan, bahkan seolah menyampaikan pesan langsung ke Puan dan Ketum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri," ucap Hendri dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/10).
Menurut pendiri lembaga KedaiKOPI itu, pernyataan Ganjar ini sangat mungkin buah perbincangan dia dengan Jokowi. Ganjar juga merespons deklarasi Anies Baswedan oleh NasDem.
"Ini juga jadi respons Ganjar atas hasil pertemuan Batu Tulis yang memunculkan isu permintaan Megawati kepada Jokowi untuk mendukung Puan Maharani," lanjutnya.
Dari semua itu, Hendri menilai Ganjar sedang percaya diri dengan kekuatan besar yang "membekingi"-nya, sehingga berani bersuara lantang ke partainya bahwa dirinya siap.
Ini seperti teriakan Ganjar Pranowo kepada partainya, 'Hai PDI Perjuangan, di situ bukan hanya Puan yang siap, aku pun siap!"
- Hendri Satrio.
Ganjar Siap Nyapres
Sebelumnya, Ganjar menyatakan siap menjadi capres 2024. Ganjar mengatakan semua anggota partai harus siap jika memang diusung menjadi presiden.
"Kalau untuk bangsa dan negara apa, sih, yang kita tidak siap," kata Ganjar dalam pernyataan pers, Selasa (18/10).
"Ketika partai sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya semua orang mesti siap soal itu," imbuhnya.
Dalam hal ini, Ganjar menekankan pentingnya etika politik saat bernaung di suatu partai. Di samping itu, kata Ganjar, suara rakyat juga menjadi pertimbangan partai dalam menentukan calon pemimpin bangsa.
"Maka kenapa di awal sebagai etik politik tentu saja kami sangat menghormati satu, PDI Perjuangan sebagai partai saya; dua, relasi yang dibangun oleh partai-partai yang sekarang sedang berbincang dan yang kedua tentu terkait dengan realitas yang ada di survei dan kemudian semua orang memperbincangkan. Kan, suara rakyat juga tidak boleh diabaikan," tuturnya.
