Pernyataan Lengkap Bela Diri Fredy Kusnadi Hadapi Tudingan Dino Soal Mafia Tanah

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase Dino Patti Djalal sama Fredy Kusnadi. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan dan Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kolase Dino Patti Djalal sama Fredy Kusnadi. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan dan Istimewa

Eks Wamenlu, Dino Patti Djalal, mengungkapkan adanya praktik mafia tanah yang merugikan dia dan keluarga. Tak tanggung-tanggung, ada 3 lahan yang dicaplok secara ilegal oleh mafia tanah.

Dino juga sempat menyebut, aktor alias otak dari mafia tanah yang telah mengambil alih tanahnya, yakni Fredy Kusnadi.

Bahkan, Dino sudah menghadirkan salah satu tersangka kasus itu bernama Sherly. Sherly mengungkapkan bagaimana Fredy bisa memakai sertifikat yang bukan miliknya, tapi dicairkan menjadi uang Rp 5 miliar.

Setelah beberapa hari bergulir, kini giliran Fredy Kusnadi muncul. Dia menjawab semua hal dialamatkan padanya. Baik soal rumah di Jalan Paradiso Antasari, pemeriksaan dirinya terkait kasus tanah di Kemang, hingga persoalan Sherly.

Berikut pernyataan lengkap Fredy Kusnadi yang didapat eksklusif oleh kumparan:

Bisa perkenalkan diri anda? Siapa namanya?

Fredy Kusnadi.

Yang diviralin Dino Patti Djalal?

Iya.

Dibilang mafia?

Iya.

Bisa dijelaskan dulu hal pertama bagaimana bisa Fredy membeli rumah?

Proses normal, ada DP. Lalu ada pergeseran sertifikat saya tebus di koperasi juga. Saya dapat buktinya. Saya lakukan AJB, normal.

Sebelumnya pun saya udah hubungi Ibu.

Tahun berapa saudara membeli rumah atau pertama kali siapa yang menawarkan?

Pertama kali ditawari Mustofa. Dia mengaku sebagai anak asuh Ibu. Dia memang sangat dipercaya karena ada karyawan ibu, memegang gaji apa-apa semua melalui dia. Dia juga banyak pegang misalkan semua rahasia ibulah. Kata dia.

Jadi yang nawari rumah Mustofa ya?

Betul.

Ada berapa rumah?

Banyak. Beberapa saya lihat. Saya tertarik di Paradise.

Minatnya di?

Di Paradise, Jalan Antasari.

Ditawarkan Mustofa?

Sudah lama pak. 2019.

Dibilang itu rumah siapa?

Dia pertama tak sebut mama pak. Dia cuma bilang rumah salah satu pejabat. Siapa orangnya dan segala macam gak disebut detail. Cuma disebut bekas ibu pejabat.

Waktu saudara ditawari lihat rumahnya?

Pergi. Saya sempat. 2 kali ke sana. Pertama masih disewakan terus baru usai disewa saya datang lagi tertarik dan kita melakukan processing.

Tertarik, ketemu ibu Dino?

Ketemu ada 3 kali. Pertama. Ibu itu buru-buru mau salat sekitar jam kurang 5 lewat hampir jam 6. Anak saya sempat numpang kamar mandi di sana ketemu sopirnya yang lama namanya pak Yono.

Sempat ke rumah belakangnya jadi kita sempat ngobrol di sana juga terus akhirnya kita tanya dijual apa nggak.

Rumahnya di mana?

Di belakang rumah makan padang pagi sore pak. Kemang.

Waktu ketemu ibu memang berminat jual beli rumah?

Pada saat itu iya.

Kapan AJB?

Itu di awal 2020. Januari pak.

Di mana?

Di kantor notaris PPAT ya.

Transaksi di sana?

Iya.

Terima sertifikat kapan?

Saya tebus di bulan Februari.

Ditebus di mana?

Di koperasi pak.

Jadi waktu beli sertifikat belum ada tanda terima? Masih ditebus?

Oh. Saya sudah melakukan DP dan sebagainya.

Nebus pakai uang siapa?

Uang saya.

Berapa biaya?

Total Rp 4 Miliar lah.

Nempati rumah kapan?

Februari pak. Saya punya mama atau nenek saya itu meninggal di sana.

Tanggal 15 Februari pak.

Jadi baru nempati, meninggal neneknya ya?

Iya.

Balik nama BPN atau kantor camat?

Proses normal pak. Setor ke loket, semua resmi pak.

BPN nggak pernah bilang sertifikat Yurmisnawita itu palsu?

Nggak pak. Bahkan saya bayar pajak kan pak.

Berapa?

Rp560 juta

Jadi milik saudara ya?

Iya.

Selama saksi di sana pekerja di sana dari siapa? Siapa yang menggaji?

Saya pakai orang ibu juga pak. Tukang kebun orang ibu. Tukang renang juga pakai org ibu.

Jadi mereka tahu jual beli?

Mereka nggak tahu, saya pembicaraan (dengan) tangan kanan anak asuhnya ibunya.

Gaji mereka?

Aku yang bayarlah pak. Kalau aku cuma numpang ngapain aku bayar.

Kapan nempati rumah?

Gara gara kasus itu. Tanggal 11 November sampai 14 masih tinggal di sana.

Saya bukan takut kepolisiannya. Saya takut keamanan. Karena ada orang Ambon datang.

Ada preman?

Iya ada preman. Saya nggak tahu itu.

Barang masih di dalam?

Masih di dalam.

Rumah digembok siapa, saya lihat tergembok?

Saya nggak tahu.

Mengenai transaksi di notaris? Tau apa saja?

Saya nggak tahu.

Kaitan jual beli dengan notaris di Kemang?

Jadi posisinya, katanya Ibu mau jual rumah lagi unitnya di mana kalau salah 24 B deh.

Saya kenalkan ke teman saya. Teman saya bilang ke temannya lagi. Mereka menjalankan ketemu dengan ibu.

Mau gimana transaksinya kita nggak tahu.

Tahunya setelah dijemput.

Saksi dijemput diperiksa di Polda sehingga Jadi tahu kasus itu?

Iya.

Sherly?

Katanya sebagai pembeli.

Dia utangnya lebih banyak.

Keterkaitan Sherly kemarin video Sherly nangis? Tahu?

Nggak paslah pak. Itu fitnah kejam.

Jadi gimana sebenarnya? Ibu menyerahkan sertifikatnya dengan suka rela ke ibu Sherly. Jadi Sherly datang ke notaris. Tiba-tiba ketangkap nyalahin orang lain.

Sherly ada nangis di Instagram Dino tahu? Kapan itu kasusnya?

Itu kasus November.

Jadi ditebus 5 Miliar ?

Sama ibu.

Itu siapa yang nebus?

Restuti pak.

Kalau Restuti itu dia minjam.

Soal Sherly menyebut anda di video?

Saya akan melaporkan lagi. Atas keterangan palsu. Membuat onar.

Pernah saksi dibilang melarikan diri?

Belum pernah.

Gampang dihubunginkan?

Iya.

Kemarin ke Polda Metro Jaya lapor datangkan? Nggak ditangkap?

Iya.

Ketemu penyidik? Siapa penyidiknya?

Iya ibu Ani.

Saksi bukan mafia? Maksudnya disebut mafia? Kerja apa?

Ya bukanlah. Dulu kerja di bank.

Usaha apa sekarang?

Saat ini saya usaha kopi dan makanan ringan.

Masih jalan juga?

Sekarang tutup pak gara-gara viral ini. Saya tutup di bulan November.

Kehidupannya gimana?

Ya sekarang saya mengais ngais si pak.

Kenapa pakai pengacara? Bukannya mahal pakai pengacara? Nggak jalan sendiri kayak Dino?

Karena saya naati hukum pak.

Emang ada pengacara mau tanpa dibayar?

Ada.

Pengacara mana?

Beruntung saya ketemu pak Julianta Sembiring.

Ada yang mau disampaikan lagi?

Kepada masyarakat jangan menilai sesuatu dari nama besar dan sebagainya. Tolong dilihat dari perspektif masalahnya itu. Jadi kita harus satu2 bedah. Jangan sampai jadi bola salju yang membuat nama baik seseorang jadi hancur

Tadi memang ada panggilan interview memang ada sakit?

Iya tadi saya sakit pak.

Sudah minum obat?

Sudah pak.

Lumayan atau masih sering?

Masih sering bolak balik pak.

Covid nggak karena sekarang hantam lambung dia

Makanya 2 hari ini saya akan swab.

Meski begitu, tidak bisa dipastikan apa yang disampaikan Fredy Kusnadi benar atau tidak karena itu hanya pernyataan sepihak.

Kini polisi tengah menyelidiki 3 kasus yang dilaporkan Dino Patti Djalal itu. Ada baiknya menunggu hasil penyelidikan polisi terkait kasus ini.