Perputaran Uang di Gunung Botak Capai Miliaran Rupiah Sehari

Dengan berlimpahnya emas di Gunung Botak, berbagai profesi pun bermunculan. Mulai dari yang terlibat langsung dalam penambangan hingga yang hanya sekadar terlibat dalam pengolahan, tukang antar hingga mendirikan warung-warung untuk memenuhi kebutuhan ribuan penambang.
M Kasim Warhangan (70) merupakan salah satu warga Pulau Buru dari sekitar 500 orang pengambil buangan material. Buangan material itu bukanlah material pilihan, namun masih mengandung emas dalam jumlah yang lumayan.
Tiap paginya Kasim naik ke Gunung Botak dengan ojek atau bahkan menginap di atas gunung. Kasim membawa 2 karung material buangan itu ke tromol untuk diolah dan diambil emasnya.
Dari 2 karung bervolume 50 kg itu, Kasim bisa mendapatkan emas sejumlah 0,8 gram sampai 1,9 gram. Namun menambang emas terkadang adalah persoalan keberuntungan, karena pernah juga ia mendapat sampai 4 gram emas.
Total dengan mengambil material buangan, Kasim bisa mendapat pendapatan Rp 10 juta per bulan.
Sementara itu Ode Idrus (50) seorang pengelola tromol dan penjual emas bercerita bahwa ia memiliki 10 tromol di bagian lembah di daerah Wansait, Gunung Botak. Tromol-tromol miliknya berdiri di lahan 40 meter persegi.

Di bagian depan lahan tersebut ia mendirikan warung nasi dan kelontong serta sejumlah kamar. Tromol ditempatkan di bagian belakang lahan.
Idrus menyewa tanah dari orang adat dengan tarif sekitar Rp 4 juta per tahun dan mengaku telah mengelola tromol sejak 2011, sehingga termasuk bagian dari golongan pertama yang datang ke Gunung Botak.
Tromol-tromol ia beli dari Manado dengan harga 130 juta rupiah pada 2011. Sampai sekarang ke-10 tromol miliknya masih bisa dioperasikan.
Tiap hari Idrus bisa mengolah 8 karung material buangan dari masyarakat. Jika rata-rata perkarung beratnya mencapai 50 kg maka dalam seharinya ia dapat mengolah 400 kg material.
Dari pengolahan tersebut sekitar 4-5 gram emas dapat dihasilkan. Namun ia juga pernah menghasilkan hingga 15 gram dalam satu hari.

Emas-emas yang Idrus hasilkan dari pengolahan di tromolnya itu, ia beli dengan harga 370 ribu rupiah per gram. Kemudian dijual kembali ke pembeli dengan harga Rp 410 ribu sehingga per gram nya ia mengambil untung sekitar 40 ribu rupiah.
Selain mendapatkan pundi-pundi uang dari jual beli emas, Idrus juga memiliki usaha pengolahan material. Tarif pengolahan diukur berdasarkan emas yang dihasilkan. Harga pengolahan emas dipatok 30.000 rupiah per 1 gram emas.
Untuk usaha warungnya, ia mendapatkan omzet sekitar 1 juta rupiah per hari.
Dalam proses pengolahan emas, Idrus membutuhkan merkuri sebanyak 2 kg per bulan dengan harga pasaran 500 ribu per kg.
Merkuri ia dapatkan dari unit 17 yang berada di kawasan lembah Gunung Botak yang dulunya merupakan pusat aktivitas tromol.
Berdasarkan perhitungan kumparan (kumparan.com), pendapatan bersih Ode Idrus tiap harinya mencapai 660.000 ribu rupiah.
Diperkirakan ada 1.000 orang yang mengelola tromol. Apabila merkuri yang digunakan masing-masing tromol 2 Kg per bulan, maka dalam sebulan berarti ada 2 ton merkuri dan per hari sekitar 66 kg merkuri yang digunakan di Gunung Botak
Lain lagi dengan tukang ojek. Di sekitar Gunung Botak diperkirakan terdapat 100 tukang ojek yang berada di Wamsait.
Dari pengakuan dari sejumlah tukang ojek, masing-masing tukang ojek bisa mendapatkan Rp 1 juta per hari. Tukang ojek ini harus memiliki sepeda motor yang sudah dimodifikasi, dengan mengganti gir yang lebih besar agar kuat menanjak ke puncak gunung.
Tukang ojek juga harus punya nyali naik turun dengan motor dengan jalan tanah yang tidak beraspal dan saat hujan kondisi trek sangat licin.

Terakhir belum lengkap rasanya jika tidak menyebutkan perputaran uang dikalangan penambang emas itu sendiri.
Dari hasil wawancara kumparan (kumparan.com) kepada sejumlah penambang, mayoritas mengaku mendapatkan pundi-pundi uang sekitar 1 juta rupiah per hari.
Menurut data terakhir sebelum penutupan 17 Maret lalu terdapat 3000 penambang. Maka seharinya ada perputaran uang sejumlah 3 miliar rupiah yang dihasilkan dari aktivas penambang saja.
Secara keseluruhan berbagai profesi yang terkait dengan penambangan di Gunung Botak mulai dari mencari material buangan, pengolahan emas dengan tromol, warung dan ojek serta aktivitas penambang itu sendiri memiliki putaran uang sekitar 3,5 miliar rupiah per harinya.
Luar biasa!
