PERSI: Pasien Non-COVID-19 Takut ke RS, yang Mau Kembali Berobat Hanya 20%

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rumah sakit Foto: Pxhere
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumah sakit Foto: Pxhere

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Lia G. Partakusuma menyebut arahan Kemenkes soal menambah kapasitas pasien COVID-19 di RS nonrujukan maupun rujukan punya dampak tersendiri. Yakni, menurunnya angka pasien non-COVID-19 yang mau berobat ke RS.

"Diminta 30 persen dari hunian ruang rawat diubah jadi ruang COVID. Di beberapa RS besar memang agak sedikit terganggu pasien non-COVID karena jatah dipakai pasien COVID. Cuma harus punya prioritas, ya," kata Lia dalam diskusi virtual di BNPB, Selasa (16/2).

"Yang jadi agak mungkin karena menyesuaikan pasien agak sedikit turun dan keinginan buat datang ke RS agak rendah. Dari tadinya rutin ke RS, sekarang frekuensi mereka datang turun," tutur dia.

Ilustrasi lab di rumah sakit. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Kalau mau berpikir positif, pasien-pasien tersebut sudah sehat karena menjaga kesehatan dan rajin olahraga. Tapi di sisi lain tak bisa dipungkiri ada ketakutan dari pasien non-corona ke RS.

"Karena kalau ke RS jadi mikir takut nanti pulang-pulang COVID. Jadi pasien non-COVID agak sedikit turun, bahkan bukan agak sedikit tapi turun sekali," jelas Lia.

"Hanya sekitar 20 persen saja pasien non-COVID biasanya datang kembali ke RS," tutup Lia.