Persib vs Persija Bisa Dimajukan Jadi Sore, Mengapa Arema vs Persebaya Tidak?
ยทwaktu baca 5 menit

Ada 4 poin krusial yang kumparan catat menjadi biang keladi meledaknya tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Suporter merangsek ke lapangan, gas air mata polisi, jumlah tiket dicetak tak sesuai kapasitas stadion, dan jam tayang terlalu malam.
Sekarang, mari kita bahas poin terakhir soal jam tayang.
Sudah sejak awal federasi merilis jadwal kompetisi, suporter ramai-ramai protes ada jadwal tanding pukul 20.00 WIB. Dan pembagian klub yang mendapat jadwal ini tak merata, mayoritas tim besar.
Suporter merasa jadwal tanding terlalu larut 'membahayakan'. Dari sisi keamanan tentunya berpotensi menimbulkan kriminalitas, kecelakaan, dan chaos apabila ada kericuhan.
Namun operator Liga 1 bergeming. Tetap ada pertandingan yang dihelat pukul 20.00 WIB.
Seiring berjalannya kompetisi di bulan Oktober, publik sepakbola Indonesia sudah mewanti-wanti ada dua derby panas. Awal bulan ada duel klasik Persib vs Persija dan derby Jatim Arema vs Persebaya.
Duel sarat sejarah dan penuh emosi. Bukan rahasia umum tentunya bagi pecinta sepakbola Tanah Air.
Namun ada 'perbedaan' perlakuan operator liga dalam hal ini PT LIB dan aparat keamanan soal awal sepak mula.
Persib vs Persija Boleh Bergeser Main Lebih Sore
Saat itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, yang memastikan laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 2 Oktober 2022 akan dimajukan ke sore hari. Jadwal semula pukul 20.00 WIB, lalu diubah ke pukul 15.30 WIB.
Kita tahu dari sejarahnya duel Persib vs Persija selalu panas. Sudah ada beberapa korban meninggal di sela atau usai duel klasik ini.
Oleh karena itu aparat tak mau ambil risiko.
"Iya, jadi dilaksanakan sore hari," kata Ibrahim di Mapolda Jabar pada Senin (26/9).
Ibrahim pun menambahkan, laga Persib vs Persija dimajukan atas dasar koordinasi yang dilakukan antara pihak penyelenggara dan keamanan. Pertimbangannya, apabila digelar sore hari, pemantauan yang dilakukan polisi terhadap penonton dinilai lebih baik.
"Kalau sore hari kan selain karena penonton itu terlihat dan mudah untuk dipantau," ucap Ibrahim.
Kemudian, pertimbangan lainnya adalah penonton bakal lebih cepat membubarkan diri bila pertandingan Persib vs Persija digelar pada sore hari. Dengan begitu, diharapkan laga antara dua tim itu bakal berlangsung secara tertib.
"Ini sangat menjadi pertimbangan untuk melakukan pengamanan dan pelaksanaan dengan aman dan damai, atau tidak ada permasalahan Kamtibmas yang terjadi sehingga diputuskan bahwa lebih bagus untuk waktu pertandingan sore hari," tandas Ibrahim.
Namun akhirnya laga ini ditunda buntut tragedi Kanjuruhan.
Arema vs Persebaya Tetap Main Malam
Sebagai pengantar, Persebaya tak pernah menang di Kanjuruhan (kandang Arema) dalam 23 tahun terakhir. Tak sedikit suporter yang menyebut boleh kalah dengan siapa pun asal jangan dengan Persebaya.
Tensi tinggi khas laga derby.
Jadi, polisi pasti memahami situasi ini. Berdasarkan surat kepolisian yang kumparan terima, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat [yang kemudian dinonaktifkan setelah tragedi Kanjuruhan] sudah menyurati panpel Arema FC pada 18 September.
Dalam surat itu, kepolisian meminta panpel Arema FC agar mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan sepakbola BRI Liga 1 tahun 2022 kepada PT. Liga Indonesia jelang pertandingan Arema melawan Persebaya.
Pertandingan yang digelar Sabtu (1/10) pukul 20.00 WIB itu diminta diubah menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan.
"Sehubungan rujukan di atas, bersama ini mohon bantuannya kepada Panpel Arema FC agar mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan sepak bola BRI Liga 1 Tahun 2022," tulis AKBP Ferli Hidayat dalam surat tersebut.
"Kepada PT Liga Indonesia terkait rencana pertandingan sepak bola antara Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2022 yang sedianya main pada pukul 20.00 WIB agar diajukan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan," imbuhnya.
Surat itu juga ditembuskan kepada Kapolda Jatim hingga Ketua Umum PSSI. Namun, saran itu tidak diindahkan.
FC Arema lantas mengirim surat kepada PT LIB sesuai permintaan Polres Malang. Namun, permintaan polisi dan Arema FC itu ditolak PT LIB.Laga tetap dihelat pukul 20.00 WIB.
PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi membeberkan alasan laga Arema FC vs Persebaya tetap digelar malam hari.
"Atas diskusi yang dilakukan oleh panitia pelaksana dan pihak keamanan maka terjadi kesepahaman tetap dilakukan di malam hari," ucap Yunus Nusi kepada wartawan, Minggu (2/10).
"PT LIB dan Panpel melakukan diskusi dan terjadi kesepahaman bersama bahwa dengan beberapa persyaratan salah satunya untuk tidak menghadirkan suporter lawan ke stadion dan itu yang menjadi rujukan dari pihak panpel dan PT LIB untuk ber-positive thinking bahwa sulit untuk akan ada kerusuhan ketika tidak ada rivalitas dan tidak ada suporter dari Persebaya yang datang ke Malang," tambahnya.
Surat PT LIB kepada manajemen Arema FC bertanggal 19 September 2022 yang beredar menunjukkan bahwa PT LIB memutuskan tanding tetap di malam hari setelah berkoordinasi dengan PSSI dan host broadcast.
Padahal, pada Minggu 11 September, laga panas lainnya di Malang dimajukan jadi sore hari. Awalnya Arema yang dikenal dengan Biru Timur menjamu Persib si Biru Barat pukul 20.00 WIB, tetapi akhirnya semua sepakat kick off dimajukan pukul 15.30 WIB.
Perubahan jadwal pertandingan ini merupakan permintaan dari pihak Arema FC. Manajemen 'Singo Edan' mengaku keberatan karena jam kick off yang terlalu malam.
''Beberapa waktu lalu, Arema dikabarkan secara resmi mengajukan keberatan terkait sejumlah jam kick-off laga kandang yang digelar terlalu malam,'' tulis laporan Wearemania.
''Laga melawan Persib ini kabarnya termasuk salah satu yang diusulkan untuk disesuaikan jam kick-off,'' lanjut laporan tersebut.
Akhirnya PT LIB kemudian mengambil keputusan untuk memajukan jam pertandingan ke sore hari. Surat perubahan jadwal pertandingan bernomor 442/LIB-KOM/IX/202 tertanggal 3 September 2022 sudah diterima manajemen Arema FC pada Senin (5/9) kemarin.
Entah apa yang terjadi sehingga duel Arema vs Persebaya tetap bermain malam. Hingga akhirnya setelah Persebaya membukukan kemenangan 3-2, ricuh pecah dan ditambah parah dengan gas air mata yang ditembakkan aparat.
Sebanyak 125 orang, seperti disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, meninggal dunia. Masih ada juga korban yang dirawat. Sedih.
