Pertahankan Juara Umum POMNAS, DKI Gelontorkan Bonus hingga Rp 30 Juta per Atlet
·waktu baca 3 menit

Kontingen DKI Jakarta berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke-19 yang digelar di Jawa Tengah. Jakarta membawa pulang 81 medali emas, 54 perak, dan 51 perunggu dari 17 cabang olahraga yang diikuti.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi capaian tersebut sekaligus memberikan penghargaan secara simbolis kepada para atlet, pelatih, dan asisten pelatih dalam acara yang digelar di Gedung Dispora DKI Jakarta, di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (8/5).
“Hari ini saya bersyukur bisa memberikan penghargaan untuk para kontingen Pekan Olahraga Mahasiswa yang ke-19 yang diadakan di Jawa Tengah, di mana Jakarta menjadi juara umum,” kata Pramono.
Meski bangga, Pramono menegaskan bahwa prestasi di POMNAS harus dijadikan batu loncatan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di NTT dan NTB.
“Momen yang membanggakan, tetapi bagi saya pribadi akan jauh lebih membanggakan kalau kita juara PON,” ujarnya.
Ia pun meminta para atlet untuk totalitas mempersiapkan diri.
“Saudara-saudara juga saya sebagai Gubernur Jakarta meminta untuk totalitas mempersiapkan diri menghadapi PON yang akan diadakan mendatang di NTT maupun NTB,” tegasnya.
Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan kontingen Jakarta tampil dengan kekuatan penuh di ajang tersebut.
“Kontingen Provinsi DKI Jakarta mengikutsertakan 274 atlet dan asisten pelatih, dan mengikuti sebanyak 17 cabang olahraga,” ujar Andri.
“Alhamdulillah Kontingen DKI Jakarta berhasil mempertahankan Juara Umum yang ke-19 dengan memperoleh medali sebanyak 81 emas, 54 perak, dan 51 perunggu,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov DKI Jakarta memberikan bonus dengan rincian yang cukup besar. Untuk atlet perorangan, peraih emas mendapat Rp 30 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 7,5 juta. Sementara untuk cabang beregu, masing-masing atlet mendapat Rp 21 juta untuk emas, Rp 10,5 juta untuk perak, dan Rp 5,25 juta untuk perunggu.
Tak hanya atlet, pelatih pun mendapat perhatian khusus. Pelatih cabang perorangan yang atletnya meraih emas mendapat Rp 18 juta, perak Rp 9 juta, dan perunggu Rp 4,5 juta. Untuk cabang beregu, bonusnya sebesar Rp 24 juta untuk emas, Rp 12 juta untuk perak, dan Rp 6 juta untuk perunggu.
Yang menarik, Dispora DKI juga memberikan insentif tambahan bagi pelatih yang berhasil mencetak lebih dari satu medali.
“Untuk motivasi pelatih, kami memberikan lipatan untuk pelatih yang mencetak atlet-atletnya dengan memperoleh emas yang lainnya. Jadi kita tambah untuk medali kedua dan seterusnya mendapatkan 35 persen,” jelas Andri.
Pramono menyebut skema bonus untuk pelatih ini sebagai hal yang belum pernah ada sebelumnya.
“Baru pertama kali yang namanya pelatih bisa menerima lebih banyak dari atlet yang menjuarai hampir tiga medali atau empat medali emas pada waktu itu,” katanya.
Bagi asisten pelatih, bonus yang diberikan untuk cabang perorangan adalah Rp 9 juta untuk emas, Rp 4,5 juta untuk perak, dan Rp 2,25 juta untuk perunggu. Untuk cabang beregu masing-masing mendapat Rp 12 juta, Rp 6 juta, dan Rp 3 juta. Sama seperti pelatih, asisten pelatih yang mendampingi peraih medali lebih dari satu juga mendapat tambahan 35 persen.
Andri menegaskan, skema bonus ini dirancang untuk menjaga semangat seluruh ekosistem olahraga Jakarta, bukan hanya atletnya saja.
“Demikian juga untuk medali kedua dan seterusnya mendapatkan tambahan 35 persen,” kata Andri.
Pramono menilai keberhasilan ini menandakan ekosistem olahraga Jakarta yang mulai berjalan dengan baik.
“Ini menunjukkan bahwa ekosistem olahraga di Jakarta relatif sudah berjalan dengan baik,” pungkasnya.
