Pertama dalam 34 Tahun, Taman Nasional Yellowstone di AS Ditutup Akibat Banjir

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tingkat air yang tinggi di Sungai Gardner mengikis Jalan Masuk Utara Taman Nasional Yellowstone, tempat taman ditutup karena banjir besar, longsoran batu, kondisi yang sangat berbahaya di dekat Gardiner, Montana, AS , Senin (13/6/2022). Foto: National Park Service/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tingkat air yang tinggi di Sungai Gardner mengikis Jalan Masuk Utara Taman Nasional Yellowstone, tempat taman ditutup karena banjir besar, longsoran batu, kondisi yang sangat berbahaya di dekat Gardiner, Montana, AS , Senin (13/6/2022). Foto: National Park Service/Handout via REUTERS

Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat (AS) ditutup untuk pertama kalinya dalam 34 tahun pada Senin (13/6/2022). Kebijakan itu diambil sebagai dampak banjir bandang dan longsor.

Seluruh area taman nasional, yang mencakup sebagian negara bagian Wyoming, Montana dan Idaho, akan ditutup untuk pengunjung hingga Rabu (15/6/2022).

Petugas dan pejabat setempat akan menggunakan waktu ini untuk memeriksa kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya.

Sementara itu, Layanan Taman Nasional (NPS) mengatakan mereka tengah bekerja untuk mengevakuasi pengunjung dan staf yang tersisa di berbagai lokasi, terutama di sisi utara Yellowstone yang terkena dampak paling parah.

Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat Foto: Shutter Stock

"Kemungkinan putaran utara akan ditutup untuk waktu yang cukup lama," kata pengawas taman, Cam Sholly.

Diberitakan Reuters, rekaman udara yang dirilis oleh NPS menunjukkan petak besar Jalan Masuk Utara yang terletak antara Gardiner dan kantor pusat taman di Mammoth Hot Springs, Wyoming, hancur diterjang gelombang air banjir di sepanjang Sungai Gardner. Perbaikan sepenuhnya area ini kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan.

Pengamatan awal NPS menunjukkan banyak jalan raya di Yellowstone tersapu atau tertutup bebatuan dan lumpur, sejumlah jembatan juga dikabarkan rusak. Sementara itu, beberapa jalan di wilayah selatan taman berada di ambang banjir, dengan perkiraan lebih banyak hujan dalam waktu dekat.

Bison di Taman Nasional Yellowstone Foto: Shutter stock

Pemadaman listrik besar-besaran juga terjadi di sejumlah area taman nasional.

Banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan deras selama berhari-hari di Yellowstone. NPS menandai curah hujan dan banjir yang menyapu taman nasional sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan level air Sungai Yellowstone melampaui rekor tertinggi.

Lonjakan suhu musim panas yang tiba-tiba selama tiga hari terakhir juga telah mempercepat pencairan dan limpasan salju yang terakumulasi di dataran tinggi taman akibat badai akhir musim dingin.

Ini adalah penutupan pertama sejak kebakaran hutan pada 1988 yang berdampak besar bagi Yellowstone.

Penutupan ini terjadi dua pekan setelah hari libur Memorial Day. Libur itu biasanya dipakai warga AS untuk memulai musim panas.

Taman Nasional pun menjadi salah satu tujuan wisata favorit. Saat ini Yellowstone tengah bersiap untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 150.

Penutupan ini diprediksi akan berdampak pada masyarakat lokal yang sangat bergantung pada pariwisata. Mereka mengandalkan lonjakan pengunjung menyusul pembatasan perjalanan COVID-19 selama dua musim panas terakhir.

Yellowstone ditetapkan sebagai taman nasional pertama di dunia pada tahun 1872. Taman nasional ini menempati area seluas 890.308 hektare dan dikenal dengan geyser, margasatwa yang beragam, serta pemandangannya yang spektakuler.

Penulis: Airin Sukono.