Pertama dalam 40 Tahun, Beruang Kutub Keluyuran ke Kota Siberia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda
zoom-in-whitePerbesar
Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda

Warga di sebuah kota di Siberia dikejutkan dengan kehadiran tamu tak diundang, seekor beruang kutub. Diduga, beruang itu kelaparan sehingga keluyuran untuk mencari makan hingga ke kota besar.

Diberitakan Reuters, beruang kutub betina itu terlihat di kota Norilsk, utara Siberia, pada Selasa (18/6). Padahal habitat beruang kutub terletak di Arktik, ratusan kilometer dari Norilsk.

Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Vyacheslav Yarinskiy

Menurut para ahli lingkungan, ini adalah kali pertama dalam 40 tahun beruang kutub terlihat di kota industri nikel itu.

Dalam foto-foto yang diambil warga, terlihat beruang kutub itu dalam keadaan lemah, kemungkinan sakit. Kakinya dipenuhi lumpur, hidungnya mengendus-endus tanah mencari makan.

Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Vyacheslav Yarinskiy

Aparat telah memperingatkan warga untuk tidak mendekati beruang tersebut. Petugas dan ahli lingkungan akan datang untuk menangkap dan merawat beruang itu.

Menurut Oleg Krashevsky, ahli lingkungan hidup dan beruang kutub, beruang tersebut sepertinya tersesat ketika mencari makan. Dia menduga, habitat beruang kutub yang rusak akibat perubahan iklim membuat makanan hewan berkurang.

Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda

Awal tahun ini, puluhan beruang kutub menginvasi sebuah kota di Rusia untuk mencari makan. Akibat peristiwa tersebut, pemerintah Rusia menetapkan situasi darurat di kota itu.

Seekor beruang kutub liar terlihat di kota industri Norilsk, Rusia. Foto: REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda