Pertempuran Antara Junta dan Pemberontak Pecah di Myanmar, Warga Ketakutan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni (KNDF) dan Tentara Kareni (KA) di sebuah pos pemeriksaan dekat Demoso, di negara bagian Kayah timur Myanmar. Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni (KNDF) dan Tentara Kareni (KA) di sebuah pos pemeriksaan dekat Demoso, di negara bagian Kayah timur Myanmar. Foto: STR/AFP

Pertempuran antara junta Myanmar dengan kelompok pemberontak yang didukung oleh Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) terus meningkat intensitasnya.

Pejabat Myanmar mengatakan bahwa sebagian besar warga sipil berusaha melarikan diri dari pertempuran tersebut, Selasa (24/1).

Beberapa hari terakhir, bentrokan hebat terjadi di negara bagian Karen tenggara, Kota Kyonedoe, dan Kota Payathonzu. Kelompok pemberontak tersebut bahkan melancarkan drone yang menyasar markas militer junta Myanmar.

Tentara Myanmar di daerah Rohingya Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun

"Ada serangan pesawat tak berawak oleh PDF lokal di sebuah komando militer di dekat Kota Kyonedoe beberapa hari lalu," kata sumber militer kepada AFP.

"Militer terdekat melepaskan tembakan artileri sporadis ke lokasi PDF untuk memperingatkan mereka," lanjutnya.

Kota Kyonedoe dengan penduduk berjumlah 5.000 jiwa dibayang-bayangi ketakutan lantaran pertempuran sengit yang terjadi ketika angkatan bersenjata Karen menyerang Payathonzu pada Senin (23/1) malam waktu setempat. Pertempuran tersebut membuat sejumlah gedung pemerintahan terbakar.

"Ada penembakan sepanjang malam. Kami tidak berani tinggal. Itu sangat menakutkan. Ribuan warga telah melarikan diri dari kota serta desa-desa terdekat," kata salah seorang warga.

Thailand menjadi salah satu pilihan untuk melarikan diri. Menurut salah seorang saksi, negara tersebut membuka perbatasannya bagi warga Myanmar yang ingin mengungsi. Kebenaran informasi tersebut belum ditanggapi oleh otoritas Thailand.

Sejak kudeta pada 2021 lalu, Myanmar masih berada dalam krisis tak berkesudahan. Lebih dari 2.700 warga sipil tewas pascakudeta tersebut.

Penulis: Thalitha Yuristiana.