Pertemuan 7 Setengah Jam Menlu AS dan China tanpa Hasil Konkret
·waktu baca 1 menit

Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memulai lawatannya ke China. Kunjungan ke China ditujukan untuk memperbaiki hubungan antara dua negara kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.
Blinken menjadi Menlu pertama AS yang menginjakkan kaki di Beijing. Lawatan ini pun membawa sejumlah misi penting di tengah makin memburuknya hubungan China-AS.
Ketika bertemu Menlu China Qin Gang pada Minggu (18/6), kedua diplomat berbicara selama 7 setengah jam. Menurut sumber Kemlu AS pertemuan kedua menlu diskusi kedua menlu berlangsung dengan jujur dan konstruktif.
Meski demikian, pertemuan Blinken dan Qin tidak mencapai progres konkret terhadap beberapa isu yang menjadi titik perbedaan AS-China. Itu termasuk mengenai persoalan Taiwan, HAM, dan masuknya bahan-bahan pembuat fentanil dari China ke AS.
"Kedua pihak menunjukkan keinginan stabilisasi hubungan bilateral yang menurut AS terdapat perbedaan mendalam," kata seorang pejabat AS seperti dikutip dari Reuters.
"Qin setuju untuk mengunjungi Washington demi melanjutkan pembicaraan," sambung pejabat itu.
Dalam editorial tabloid pemerintah Global Times, pertemuan Blinken dan Qin diakui hanya menghasilkan minim terobosan.
"Meski harapan sangat rendah untuk terobosan yang tercipta pada kunjungan Blinken ke China, masih ada harapan kedua pihak mempertahankan garis bahwa hubungan," kata editorial Global Times.
