Perubahan Sikap Donald Trump Soal Suriah Tergambar di Twitter

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

Setelah beberapa waktu dipertanyakan posisinya dalam isu konflik Suriah, akhirnya Amerika Serikat menetapkan pijakan kakinya dan menunjukkan keberpihakannya. Serangan 59 rudal Tomahawk pun akhirnya dilancarkan dan menghancurkan pangkalan udara al-Shayrat di Provinsi Homs, area yang dipercaya AS sebagai lokasi militer Suriah untuk menembakkan serangan senjata kimia.

Melalui serangan ini, Trump seakan ingin bicara bahwa AS punya kuasa untuk memilih kepada siapa ia berpihak dan memiliki kekuatan besar untuk ‘menentukan nasib’ lawannya. Jelas terlihat bagaimana kini ia berpihak pada Suriah.

Namun nyatanya, keberpihakan ini sesungguhnya terlihat seperti sebuah bentuk inkonsistensi posisi politiknya yang muncul dari sejak tahun 2013 saat Obama menyatakan akan terlibat dalam isu konflik Suriah. Trump saat itu mengkritik keputusan Obama tersebut habis-habisan. Ia pun mencuitkan kritik-kritiknya melalui akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Berikut ini adalah rangkuman beberapa pernyataan dan kritiknya terhadap kemungkinan keterlibatan AS dalam isu konflik Suriah dalam kurun waktu empat tahun belakangan yang ia cuitkan di akun Twitternya:

Dalam cuitannya tanggal 16 Juni 2013, Trump mengatakan bahwa AS harus menjauh dan tidak terlibat dalam konflik Suriah. Menurut dia, pemberontak sama jahatnya dengan rezim Bashar al-Assad. Ketika itu, pemerintah Barack Obama menyokong para pemberontak moderat di Suriah.

X post embed

Pada 29 Agustus 2013, Trump menuding pemberontak moderat yang didukung AS sama-sama ancaman bagi Amerika. Berikut cuitannya:

X post embed

Dalam cuitan berikutnya, Trump terlihat 'gemas' dengan pemberitaan AS yang berencana menyerang Suriah. Katanya, bila memang AS ingin menyerang, tak perlu ada pemberitaan yang membesar-besarkan. Biarkan serangan itu menjadi 'kejutan' bagi Suriah.

X post embed

X post embed

X post embed

Trump pun menyatakan bahwa biarkan konflik Suriah menjadi urusan Liga Arab, lalu dengan sinis mempertanyakan mengapa Liga Arab 'tidak membayar' AS untuk serangan yang dilancarkan ke Suriah.

X post embed

Melanjutkan cuitan sehari sebelumnya, Trump mempertanyakan apa 'keuntungan' AS menyerang Suriah selain memperbanyak utang dan memperpanjang konflik.

X post embed

Dan masih tetap dengan gemasnya, Trump menunjukan cuitan tanggal 5 September 2013 pada para pemimpin yang menurutnya bodoh. Ia berujar, tidak seharusnya AS menyerang Suriah karena serangan tersebut hanya akan membuat berbagai hal buruk terjadi. Toh, AS tak akan mendapatkan apa pun dari peperangan tersebut, katanya.

X post embed

X post embed

Lanjutnya, Trump berkomentar bahwa para pemberontak Suriah adalah para kelompok Islam radikal yang kerap membunuh umat Kristiani. Ia pun mempertanyakan apa guna berperang dengan para pemberontak tersebut.

X post embed

X post embed

Lagi-lagi, Trump mengkritik langkah Obama menyerang Suriah. Masih banyak hal lain yang lebih penting, katanya.

X post embed

X post embed

Ketimbang memikirkan negara lain, Trump berkata bahwa sudah saatnya Obama memikirkan negaranya sendiri.

X post embed

"Kita harus berhenti bicara. Tak usah sentuh Suriah dan negara lain yang membenci kita. Ayo kita bangun dan buat AS hebat kembali!"

X post embed

X post embed

Ia terus mempertanyakan keputusan Obama untuk meledakkan ISIS di Iraq.

X post embed

X post embed